Mahasiswa UBP Hadirkan Inovasi Sosial di Desa Pancakarya Lewat KKN Berbasis Pemberdayaan

3 min read

KARAWANG – Selama 40 hari penuh, terhitung sejak 26 Juni hingga 5 Agustus 2023, mahasiswa Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Berbekal tema “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri dan Sejahtera,” KKN ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan akademik—ia menjelma sebagai ruang inovasi sosial yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat desa.

 

 

Dengan pendekatan partisipatif, para mahasiswa melakukan pemetaan sosial dan observasi langsung terhadap potensi dan persoalan yang ada di masyarakat. Hasilnya adalah serangkaian program kerja lintas bidang yang disusun berdasarkan kebutuhan riil warga, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pelestarian budaya lokal.

 

 

Mendorong Literasi dan Pendidikan Anak-Anak

Dalam bidang pendidikan, mahasiswa menghadirkan Pojok Baca Keliling dan program bimbingan belajar bagi siswa sekolah dasar. Program ini bertujuan meningkatkan literasi anak-anak serta membangun semangat belajar sejak dini. Tak hanya itu, kampanye tentang pentingnya pendidikan juga disampaikan kepada para orang tua, sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.

 

 

Edukasi Kesehatan dan Lingkungan yang Progresif

Kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan sehat juga menjadi fokus utama. Mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), kampanye cuci tangan pakai sabun, serta edukasi pencegahan stunting yang menyasar ibu-ibu dan anak-anak. Program ini diperkuat dengan aksi nyata berupa kerja bakti lingkungan dan pelatihan pengelolaan sampah agar lebih ramah lingkungan.

 

 

Pemberdayaan UMKM dan Transformasi Ekonomi Digital

Di sektor ekonomi, mahasiswa membantu pelaku UMKM dan ibu rumah tangga dengan memberikan pelatihan kewirausahaan sederhana, manajemen keuangan rumah tangga, hingga pengenalan platform digital pemasaran online. Upaya ini bertujuan mendorong ekonomi desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pasar.

Merawat Budaya, Merajut Kebersamaan Sosial

Dalam upaya menjaga identitas lokal, mahasiswa juga menggali dan mendokumentasikan cerita rakyat serta aktif dalam kegiatan sosial seperti lomba anak-anak, kerja bakti, dan perayaan hari besar nasional. Kegiatan ini menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebanggaan terhadap warisan budaya desa.

Dukungan Pemerintah Desa dan Antusiasme Warga

Kegiatan KKN ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Desa Pancakarya. Partisipasi aktif warga dalam berbagai kegiatan mencerminkan keberhasilan pendekatan yang digunakan. Dukungan dari Pemerintah Desa Pancakarya, baik dari sisi fasilitas maupun koordinasi lapangan, menjadi faktor penting dalam menyukseskan program-program KKN yang dijalankan.

KKN: Laboratorium Sosial yang Menginspirasi

KKN bukan sekadar tugas akademik, melainkan laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar langsung tentang dinamika masyarakat, sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata. Program-program yang dirancang dan dijalankan di Desa Pancakarya menjadi bukti bahwa perubahan tidak harus dimulai dari pusat kota—melainkan bisa tumbuh dari desa, oleh dan untuk masyarakatnya sendiri.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa UBP Karawang telah menegaskan bahwa masa depan desa bisa lebih cerah jika generasi mudanya peduli, turun tangan, dan mau belajar bersama masyarakat.

 

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

Hari Veteran Nasional 2026, ASDO PPM Karawang: “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia” KARAWANG — Peringatan Hari Veteran Nasional (HARVETNAS) setiap 10 Agustus bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ruang refleksi bagi bangsa Indonesia untuk kembali mengenang jasa, pengorbanan, dan pengabdian para Veteran Republik Indonesia yang telah berjuang merebut, mempertahankan, serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesan tersebut disampaikan ASDO, Sekretaris PC Pemuda Panca Marga (PPM) Karawang, bertepatan dengan Hari Veteran Nasional 2026. Dengan penuh penghormatan kepada para pejuang bangsa, ASDO menyampaikan pesan yang sarat makna: “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Terima kasih atas perjuangan, pengorbanan, dan pengabdian yang telah diberikan untuk bangsa dan negara.” Menurut ASDO, sejarah perjuangan para veteran harus terus hidup dalam ingatan kolektif bangsa. Terlebih di tengah perkembangan zaman, masih terdapat masyarakat, pelajar, dan generasi muda yang belum memahami secara utuh sejarah Veteran Republik Indonesia maupun keberadaan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) sebagai wadah perjuangan dan pengabdian para veteran. “Masih banyak masyarakat, pelajar dan generasi muda yang belum memahami tentang Veteran Republik Indonesia dalam wadah LVRI. Karena itu, sejarah perjuangan para veteran harus terus disampaikan dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar ASDO. 10 Agustus dan Jejak Sejarah Veteran Nasional ASDO menjelaskan, Hari Veteran Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Hari Veteran Nasional. Tanggal 10 Agustus kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Veteran Nasional, berkaitan dengan momentum gencatan senjata pada 10 Agustus 1949 yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, keberadaan dan pengaturan mengenai Veteran Republik Indonesia memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia serta Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2014 sebagai aturan pelaksanaannya. “Bangsa Indonesia tidak boleh melupakan sejarah. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak diperoleh dengan mudah. Ada darah, air mata, pengorbanan, dan gugurnya para pejuang dalam perjuangan melawan penjajahan serta mempertahankan kemerdekaan,” kata ASDO. Ia menegaskan, veteran merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa. Mereka adalah pelaku sejarah yang berasal dari tentara rakyat dan unsur perjuangan lainnya yang berperan dalam merebut, mempertahankan kemerdekaan, serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PPM dan Tanggung Jawab Mewariskan Nilai Perjuangan Sebagai wadah berhimpunnya anak cucu Veteran Republik Indonesia, Pemuda Panca Marga (PPM) memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para veteran kepada generasi penerus. Menurut ASDO, perjuangan tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan mengenang masa lalu. Nilai keberanian, pengabdian, persatuan, cinta tanah air, dan semangat membangun bangsa harus diterjemahkan dalam kehidupan generasi masa kini. “Jangan sekali-kali melupakan sejarah dan jangan sekali-kali melupakan jasa para pahlawan. Semangat perjuangan para veteran harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, menjaga persatuan, serta mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegasnya. LVRI dan PPM Dorong JSN ’45 Masuk ke Lingkungan Sekolah Dalam upaya menjaga kesinambungan nilai sejarah perjuangan bangsa, LVRI bersama PPM juga mendorong penguatan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai ’45 (JSN ’45) di kalangan generasi muda. Sosialisasi ke sekolah-sekolah menjadi salah satu langkah yang dinilai strategis. Selain memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun karakter generasi muda yang memiliki patriotisme, nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, serta kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan. “LVRI dan PPM akan terus menanamkan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai ’45. Kami akan merumuskan pelaksanaan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar generasi muda memahami sejarah perjuangan bangsa dan memiliki semangat patriotisme serta nasionalisme,” ungkap ASDO. Tiga Kelompok Veteran Republik Indonesia Lebih lanjut, ASDO menjelaskan bahwa Veteran Republik Indonesia secara umum mencakup tiga kelompok perjuangan. Pertama, Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), yakni mereka yang terlibat dalam perjuangan merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua, Veteran Pembela, yakni mereka yang terlibat dalam berbagai perjuangan atau operasi pembelaan negara, termasuk Trikora, Dwikora, dan Seroja. Ketiga, Veteran Perdamaian, yakni para veteran yang melaksanakan tugas dalam misi perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut ASDO, perbedaan medan dan generasi perjuangan tersebut tidak mengurangi nilai pengabdian para veteran. Setiap perjuangan memiliki sejarah, tantangan, dan pengorbanannya sendiri yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. “Setiap perjuangan memiliki sejarah dan pengorbanannya masing-masing. Semuanya merupakan bagian dari perjalanan bangsa Indonesia yang harus kita hormati dan kita wariskan nilai-nilainya kepada generasi berikutnya,” tuturnya. “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia” Memperingati Hari Veteran Nasional 2026, ASDO mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar penghormatan kepada para veteran tidak berhenti dalam seremoni tahunan. Penghormatan terbaik, menurutnya, adalah meneruskan nilai perjuangan tersebut melalui pendidikan, karya, pengabdian, persatuan, dan kontribusi positif bagi bangsa. “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Terima kasih atas jasa dan pengorbananmu. Semangat juangmu akan terus menjadi inspirasi bagi kami untuk belajar, berkarya, menjaga persatuan, dan mengabdi kepada bangsa serta negara,” pungkas ASDO. Peringatan Hari Veteran Nasional menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Selamat Hari Veteran Nasional, 10 Agustus 2026. Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Jasamu dikenang. Perjuanganmu menjadi inspirasi. Semangatmu kami lanjutkan.

+ There are no comments

Add yours