KARAWANG – Kepercayaan adalah modal utama dalam kepemimpinan, namun di Kecamatan Purwasari, kepercayaan itu kini terguncang. Candra Chaniago, mantan Ketua Karang Taruna Kecamatan Purwasari, diduga telah menyalahgunakan dana pribadi milik aktivis pemuda ternama, Shendy, yang dikenal luas sebagai “Mantri se-Jawa Barat.”
Dana senilai Rp10 juta yang diberikan secara pribadi oleh Shendy kepada Candra, sejatinya merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan kegiatan kepemudaan. Namun, alih-alih digunakan sebagaimana mestinya, dana tersebut hilang tanpa kejelasan pertanggungjawaban, dan hingga hari ini tidak ada iktikad baik dari Candra untuk menyelesaikan persoalan secara terbuka dan bertanggung jawab.
> “Itu uang pribadi saya. Saya berikan bukan karena jabatan, tapi karena komitmen terhadap masa depan pemuda di Purwasari. Tapi apa yang saya terima justru pengkhianatan. Tidak ada laporan, tidak ada penjelasan, bahkan tidak ada komunikasi. Ini bukan soal nominal, ini soal moral,” tegas Shendy, Senin (28/7/2025).
Sebagai sosok yang selama ini aktif membina pemuda di berbagai wilayah Jawa Barat, Shendy menilai perbuatan Candra Chaniago telah mencoreng nilai-nilai dasar organisasi sosial kepemudaan. Karang Taruna, kata Shendy, seharusnya menjadi tempat menempa integritas dan kepemimpinan, bukan menjadi ladang keuntungan pribadi.
Kekecewaan tak hanya datang dari Shendy. Para pemuda di Kecamatan Purwasari kini menyatakan tidak lagi mengakui eksistensi Karang Taruna Kecamatan selama tidak ada penyelesaian atau pertanggungjawaban dari Candra.
> “Kami merasa dipermalukan. Bagaimana bisa kami percaya lagi pada organisasi yang dipimpin oleh orang yang menyalahgunakan kepercayaan? Ini harus menjadi akhir dari era pemuda yang hanya mau menerima, tapi tak pernah mau bertanggung jawab,” ucap salah satu tokoh pemuda setempat yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Sementara itu, Candra Chaniago belum memberikan klarifikasi apapun. Diamnya Candra justru memicu spekulasi liar dan memperkuat keyakinan publik bahwa telah terjadi dugaan penyimpangan serius. Bahkan sejumlah tokoh masyarakat mendesak agar masalah ini dibawa ke jalur hukum, bila tidak diselesaikan secara kekeluargaan.
> “Kalau dalam waktu dekat tidak ada itikad baik, maka saya akan laporkan. Bukan karena dendam, tapi karena ingin menjaga martabat pemuda dan memberi pelajaran agar tidak ada lagi yang berani mengkhianati amanah,” tegas Shendy.
Peringatan dan Pelajaran bagi Para Pemuda
Skandal ini menjadi pengingat keras bagi para pemuda, khususnya di Karawang: jangan mudah terbuai dengan sosok yang hanya berpenampilan meyakinkan, tapi miskin tanggung jawab. Jabatan adalah pengabdian, bukan kehormatan yang bisa dibanggakan bila tak mampu dijaga.
Pemuda Kecamatan Purwasari kini mulai menggalang kembali kekuatan untuk membangun organisasi yang sehat dan bersih, bebas dari praktik manipulatif. Semangat mereka bukan hanya untuk melawan satu orang, tetapi untuk memperjuangkan wajah baru organisasi kepemudaan: jujur, terbuka, dan berani mengakui salah.
Shendy pun menutup pernyataannya dengan pesan keras dan inspiratif:
> “Pemuda jangan takut bersuara. Kalau ada yang bermain curang di atas nama organisasi, kita harus berani bersikap. Karang Taruna itu milik rakyat, bukan milik segelintir orang. Dan kalau ada pemimpin yang berkhianat, dia tak pantas lagi dipercaya.”
—
Catatan Redaksi: Hingga berita ini diturunkan, pihak Candra Chaniago belum merespons upaya konfirmasi yang dilakukan tim redaksi.


+ There are no comments
Add yours