Kapolri Tepat Sasaran, Burung Pipit Mamboro Ditugaskan Bersihkan Begal & Narkoba Jabar

3 min read

JAKARTA, SWARAJABAR.ID – Penunjukan Irjen Pol Pipit Rismanto sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat dinilai sebagai langkah yang sangat tepat dan strategis. Sosoknya dianggap sebagai orang yang paling pas untuk membersihkan wilayah Jawa Barat dari kejahatan jalanan hingga jaringan pengedar narkoba, mengingat rekam jejak dan karakter tegas yang melekat padanya sebagai sosok yang dijuluki “Burung Pipit dari Mamboro”.

Julukan unik tersebut mungkin terdengar asing dan tidak banyak diketahui orang awam. Namun, bagi para aktivis dan elemen masyarakat yang pernah berinteraksi dengannya di Sulawesi Tengah, khususnya mereka yang bergiat pada tahun 1999 silam, makna di balik nama itu sangat jelas dan memiliki sejarah panjang. Hal ini diungkapkan oleh salah satu mantan aktivis yang pernah sering berhadapan langsung dengan Irjen Pol Pipit Rismanto di masa lalu.

Menurut narasi yang dihimpun, Irjen Pol Pipit merupakan alumni Brimob Mamboro, markas pasukan khusus yang lokasinya berseberangan dengan Rumah Sakit Jiwa Mamboro, Palu. Dari tempat inilah lahir beberapa julukan yang melekat kuat pada sosoknya, yang menggambarkan kemampuan dan karakteristiknya saat bertugas:

1. Burung Pipit Mamboro
Julukan ini memiliki arti khusus: sosok polisi Brimob yang dikenal paling tegas dan “sadis” dalam menghadapi pergerakan massa maupun demonstrasi. Konon, satu kali ia memberi komando, barisan aktivis maupun mahasiswa yang sedang berunjuk rasa di Sulawesi Tengah dipastikan akan mundur teratur. Istilah “Mamboro” sendiri diambil dari lokasi markas Brimob yang berhadapan langsung dengan rumah sakit jiwa tersebut, menjadi penanda asal kekuatan dan ketegasannya.

2. Palungku Gajah Mada
Julukan ini muncul karena kekuatan fisiknya yang luar biasa. Ia dikenal memiliki pukulan yang sangat pedih dan kuat. Konon kekuatan ini terasah karena hobi dan keahliannya bermain bola voli di kawasan Maesa. Gaya “smes”-nya yang tajam dan keras di lapangan bola, menjadi cerminan kekuatan dan ketepatan gerakannya saat bertugas di lapangan.

3. Sapaan Akrab: Bang Pipit
Yang menarik, meski dikenal sangat keras dan tegas, sosok Pipit Rismanto justru sangat dihormati oleh para aktivis. Dulu, saat usianya masih sekitar 25 hingga 26 tahun, para aktivis pergerakan tetap menyapanya dengan sebutan “Bang Pipit”. Di balik ketegasannya, ia dikenal sebagai pribadi yang baik hati. Ada satu prinsip yang dipegangnya saat menangani aksi demonstrasi: ia hampir tidak pernah memenjarakan mahasiswa atau aktivis pergerakan. Alih-alih memenjara, ia justru meminta mereka untuk membantu kepolisian mengamankan negara dan menjaga ketertiban masyarakat di wilayah Palu.

“Wajahnya memang terlihat sinis jika memandang orang-orang yang susah diatur atau berbuat onar. Tapi sejatinya banyak kisah baik dari Bang Pipit ini. Kalau saya tuliskan semua riwayat dan perjalanan tugasnya, mungkin butuh waktu tiga tahun pun belum selesai, apalagi kalau menceritakan kehebatan saat ia bermain voli dengan smes yang tajam itu,” ungkap saksi sejarah tersebut mengenang sosoknya.

Dengan segala karakter, ketegasan, dan kemampuannya yang telah teruji sejak masa muda di Sulawesi Tengah, masyarakat dan pengamat menilai penempatan Irjen Pol Pipit Rismanto di Jawa Barat adalah keputusan jitu.

Kata orang-orang Sulawesi Tengah, kehadirannya kini sangat pas dan tepat sasaran: “Pas Burung Pipit Mamboro Pimpin Jawa Barat.” Harapannya, ketegasan dan kemampuannya meredam gejolak di masa lalu kini dapat diterapkan untuk membereskan begal, mafia narkoba, dan segala bentuk kejahatan yang meresahkan warga Jawa Barat.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours