Usai hilang terseret arus, jasad Aldo ditemukan di hilir Kalimalang wilayah TB 3–TB 4. Kades Mulyasari pimpin langsung pencarian dan ajak warga saling jaga.

KARAWANG –
Peristiwa tragis yang menimpa dua anak asal Dusun Kampung Situ, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang akhirnya menemukan titik terang. Salah satu korban, Aldo (10), yang sebelumnya dinyatakan hilang tenggelam di aliran Kalimalang (BTB.02), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Kabar ditemukannya jasad korban disampaikan langsung oleh Kepala Desa Mulyasari, H. Margono, yang sejak awal turun langsung memimpin pencarian. Ia mengatakan, korban ditemukan di sekitar aliran TB 3 – TB 4, masih di wilayah Desa Mulyasari.
“Alhamdulillah, anak korban tenggelam di Kalimalang TB 2 ditemukan di kisaran TB 3–TB 4, masih di wilayah Mulyasari, Kecamatan Ciampel, atas nama almarhum Aldo,” ujar H. Margono dengan nada duka namun penuh kelegaan, Sabtu siang (21/6/2025).
—
Duka Warga, Solidaritas yang Menyatu
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB pagi, saat lima anak berenang di aliran Kalimalang. Dua di antaranya terseret arus deras—Aldo (10) dan Irwan (8). Sementara tiga anak lainnya seperti, Gilang, Azil dan Ano, selamat dan menjadi saksi kunci.
Sejak kabar hilangnya anak-anak tersebut beredar, H. Margono langsung mengerahkan seluruh aparatur desa, tokoh masyarakat, dan pemuda Karang Taruna untuk melakukan pencarian manual, sebelum tim BPBD dan Polsek Ciampel tiba.
“Bagi saya, siapapun itu, satu warga Desa Mulyasari adalah keluarga. Kami semua punya tanggung jawab, tidak bisa membiarkan orang tua korban mencari sendiri,” tegas H. Margono.
—
Peringatan untuk Semua Warga
Kepala Satgas BPBD Kecamatan Ciampel, Jihad Novian Haryadi, menyampaikan keprihatinannya dan mengajak semua pihak untuk menjadikan insiden ini sebagai pengingat pentingnya keselamatan anak-anak di sekitar aliran air.
BPBD juga menyarankan agar setiap desa dan dusun yang dilalui aliran sungai atau saluran irigasi seperti Kalimalang untuk:
Memasang papan peringatan larangan berenang di lokasi rawan.
Memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak tentang bahaya sungai dan kanal.
Mendorong keterlibatan aktif perangkat desa dan tokoh lokal dalam sistem pengawasan warga.
—
Upaya Lanjutan
Hingga berita ini diturunkan, satu korban lainnya, Irwan (8), masih dalam pencarian. Tim gabungan dari warga, BPBD, aparat desa, dan relawan SAR terus menyisir area hilir sungai dengan harapan bisa segera menemukan korban kedua.
—
SALAM TANGGUH, SALAM KEMANUSIAAN
Semoga almarhum Aldo mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Mari kita jadikan tragedi ini sebagai pelajaran untuk menjaga anak-anak kita, dan saling mengingatkan demi keselamatan bersama.

