BEKASI – Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Bekasi pada Selasa (27/5/2025) di Gedung KH Noer Ali, menjadi momen penting penguatan sinergi antara unsur pemerintah, aparat penegak hukum, dan elemen masyarakat sipil.
Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Bekasi, Ketua DPRD, Kapolres Metro, Kajari, Dandim 0509, dan Ketua Pengadilan Negeri itu juga mengundang seluruh organisasi masyarakat (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) se-Kabupaten Bekasi, termasuk LSM BARAK Indonesia MARCAB Kabupaten Bekasi.
Dalam kesempatan itu, Ketua LSM BARAK Indonesia MARCAB Kabupaten Bekasi, Haerul, menyampaikan apresiasi atas komitmen FORKOPIMDA dalam membangun ruang dialog yang sehat dan terbuka. Ia juga menegaskan posisi organisasinya yang siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan iklim investasi yang kondusif.
“LSM BARAK Indonesia secara tegas telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran kami di MARCAB Kabupaten Bekasi untuk menghindari segala bentuk tindakan premanisme, intimidasi, maupun kegiatan yang merusak citra masyarakat sipil. Kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi, bukan masalah,” tegas Haerul.
Ia menilai bahwa Kabupaten Bekasi yang kini menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, harus dilindungi dari segala bentuk potensi gangguan yang dapat merusak stabilitas dan kenyamanan para pelaku usaha maupun masyarakat.
“Kami mendukung penuh langkah FORKOPIMDA. Keterlibatan kami dalam forum seperti ini adalah wujud tanggung jawab moral kami untuk ikut menciptakan suasana yang aman, damai, dan ramah bagi investor,” tambahnya.
Haerul juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya rekan-rekan di ormas dan LSM, untuk menjaga etika dalam bergerak dan tidak menjadikan nama organisasi sebagai alat tekanan yang kontraproduktif terhadap pembangunan daerah.
FGD tersebut menjadi panggung penting yang menunjukkan bahwa Bekasi bukan hanya tumbuh karena industri, tetapi juga karena sinergi kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat yang sama-sama memiliki visi menjaga kedamaian dan kesejahteraan bersama.

