Karawang – Swarajabar.id
Kegiatan reses Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., dari Fraksi Partai Gerindra, dimanfaatkan betul oleh para kepala desa untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Salah satunya datang dari H. Margono, A.Md., yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Karawang sekaligus tuan rumah dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, H. Margono hanya menyampaikan empat poin utama dari sekian banyak persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, empat aspirasi itu merupakan yang paling mendesak dan membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif.
Pertama, Margono menyoroti soal armada pengangkut sampah di tingkat desa. Ia mengusulkan pengadaan kendaraan operasional berupa cator (becak motor) sampah untuk setiap desa di Karawang. Menurutnya, pengelolaan sampah yang efektif perlu didukung dengan fasilitas yang memadai di tingkat desa.
“Saya sangat setuju jika tiap desa diberikan armada pengangkut sampah seperti cator. Ini kebutuhan dasar agar desa-desa lebih bersih dan sehat,” ujar Margono.
Kedua, ia menyoroti pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) yang menurutnya belum berpihak secara optimal kepada masyarakat desa. Margono meminta agar skema DBH bisa lebih memprioritaskan pembangunan dan kebutuhan desa.
Ketiga, terkait krisis air bersih, Margono mengeluhkan minimnya pelayanan PDAM di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa satu unit PDAM saat ini harus melayani tiga desa, padahal untuk satu desa saja belum memadai. Selain airnya sering tidak mengalir, ketika mengalir pun kualitas air sangat buruk.
“Di Ciampel, airnya sudah sedikit, ditambah lagi kotor. Kalau bisa, ada bantuan sumur bor air untuk antisipasi musim kemarau yang kerap membawa krisis air,” keluhnya.
Margono berharap baik pihak legislatif maupun eksekutif bisa mendorong perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut agar turut serta dalam menyediakan fasilitas air bersih melalui program tanggung jawab sosial (CSR).
Keempat, persoalan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian serius. Ia meminta agar pemerintah daerah memberi perhatian khusus terhadap warga Ciampel agar mendapatkan kuota kerja lebih besar di perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar wilayah mereka.
“Kami tidak ingin menutup kesempatan kerja untuk wilayah lain. Tapi warga kami juga berhak mendapatkan prioritas agar bisa bekerja di kampung halamannya sendiri,” tegas Margono.
Menutup aspirasinya, Margono menyampaikan harapannya terhadap program pembangunan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh.
“Mudah-mudahan program Pak Bupati untuk menjadikan Karawang maju bisa benar-benar terwujud, terutama dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat desa secara nyata,” pungkasnya.

