Bekasi – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Syukron, menekankan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pemerintah dalam menjaga arah pembangunan daerah. Dalam acara halalbihalal dan silaturahmi AOB (Asosiasi Ormas Bekasi), ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Bekasi dengan semangat kolaborasi, bukan konflik.
“Saya tidak melihat ormas sebagai ancaman. Justru saya melihat mereka sebagai bagian dari sistem demokrasi yang harus diperkuat. Fungsi kontrol sosial itu penting, tapi harus disertai dengan tanggung jawab dan niat untuk memperbaiki,” ujar Ade di hadapan peserta yang hadir, Minggu (21/4).
Menurut Ade, Kabupaten Bekasi sedang menghadapi situasi yang kompleks. Meski memiliki APBD besar, beban sosial dan kebutuhan pembangunan yang harus ditangani juga sangat tinggi.
“Bayangkan, kita harus mengurusi jalan sepanjang ribuan kilometer, hampir 900 ribu warga kita belum tercover BPJS, dan RSUD pun butuh tambahan dana agar layanan tak terhenti di pertengahan tahun. Ini bukan tugas ringan,” katanya.
Dalam konteks ini, Ade menilai peran ormas bisa menjadi penyeimbang. Tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai penggerak sosial di akar rumput. Ia bahkan membuka pintu bagi ormas untuk menyampaikan program-program pemberdayaan masyarakat yang bisa disinergikan dengan kebijakan pemerintah.
“Jangan hanya menyoroti dampak, pahami juga akar persoalan. Kalau ada keresahan, mari kita pecahkan bersama. Bawa program, kita bahas di dewan. Itu baru kontribusi yang nyata,” ungkapnya.
Ia pun menyoroti pentingnya menjaga iklim investasi di Bekasi. Sebagai daerah industri strategis, kestabilan sosial dan keamanan merupakan syarat mutlak agar investor tak lari. Namun di saat yang sama, pemerintah daerah juga berkewajiban memastikan warga lokal tidak terpinggirkan dari proses pembangunan.
“Saya membayangkan Bekasi ini jadi tempat yang ramah bagi investor, tapi juga adil bagi warganya. Di situlah peran ormas dibutuhkan—mengawal, mengingatkan, sekaligus mendorong agar semua kebijakan berpihak pada rakyat,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Ade mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya ormas, untuk mendukung pemerintah daerah yang kini dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih secara demokratis.
“Kita hanya punya satu Bupati, satu Wakil Bupati, satu DPRD. Mari kita jaga bersama. Karena kalau kita terus terpecah, yang rugi bukan hanya pemerintah, tapi seluruh masyarakat Bekasi,” pungkasnya.

