Bekasi – Program ketahanan pangan Polda Metro Jaya yang berlokasi di Kawasan Deltamas, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, terus menunjukkan progres signifikan. Pada Sabtu, 29 November 2025, Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh, S.H., M.H. melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung seluas 25 hektare yang saat ini sedang memasuki fase pertumbuhan optimal.
Pengecekan lapangan dilakukan bersama Ipda Wowo S. (Kanit Binmas), Aipda Sutarto (Bhabinkamtibmas), dan Rudi (petugas teknis lapangan).
Perkembangan Tanaman: 14 Ha Memasuki Usia 70 Hari, 90% Sudah Berbunga
Dari total 25 hektare lahan, penanaman dibagi dalam dua tahap:
Tahap I – 14 Ha (Usia 70 Hari)
Tanaman pada Blok A hingga E menunjukkan perkembangan yang sangat baik:
90% sudah mengeluarkan bunga
90% sudah mengeluarkan putren (jantung jagung)
Kondisi ini menandakan tanaman memasuki fase reproduktif dan siap memasuki persiapan pembentukan tongkol.
Berdasarkan perkiraan teknis, masa tanam jagung hingga panen membutuhkan 120 hari, namun pada kondisi cuaca panas panen dapat dipercepat menjadi usia 100 hari.
Tahap II – 11 Ha (Usia 25 Hari)
Penanaman tahap II yang meliputi Blok F, G, dan H juga berjalan baik dengan kondisi pertumbuhan vegetatif yang optimal.
Rangkaian Penanaman dan Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan dimulai pada 15 September 2025, dengan penanaman pertama dilakukan di Blok B pada 18 September. Penanaman terakhir dilakukan pada 20 Oktober 2025 di Blok H.
Program pemberdayaan ini melibatkan 30 petani lokal dari kelompok Karya Tani Tembong Gunung, terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu petani yang terbiasa mengelola komoditas padi, cabai, dan hortikultura lainnya.
Teknologi dan Metode Budi Daya yang Digunakan
Benih: Jagung hibrida Pendekar Sakti bantuan Kementerian Pertanian RI
Sumber air: Tadah hujan dan penyemprotan menggunakan mesin alkon dari 4 embung air buatan
Pemupukan:
Awal olah tanah: pupuk kandang
Pemeliharaan: pestisida, ZTP, NPK 15-15, urea, dan PAC Nitrogen bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi
Perawatan harian: pendangiran, perbaikan saluran air, penyemprotan pupuk berkala, dan penyiraman manual saat tidak turun hujan
Dengan manajemen pertanian terpadu ini, hasil produksi jagung diperkirakan akan optimal.
Prediksi Panen: Januari – Februari 2026
Mengacu pada jadwal tanam pertama tanggal 18 September 2025, panen diperkirakan dimulai pada pertengahan Januari 2026 dan berlangsung hingga akhir Februari 2026.
Progres Pekerjaan Terkini (29 November 2025)
Blok A–E:
Penyemprotan insektisida untuk mencegah hama ulat
Pemberian pupuk ZFT untuk pengisian bulir jagung
Blok F–H:
Pembersihan gulma
Pendangiran
Pemupukan tahap II
Program ketahanan pangan ini menjadi salah satu kontribusi nyata Polda Metro Jaya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui kolaborasi dengan masyarakat lokal. Dengan perkembangan tanaman yang sejauh ini sangat baik, proyek 25 hektare jagung di Desa Sukamahi diproyeksikan menjadi salah satu sumber produksi jagung yang signifikan di wilayah Kabupaten Bekasi.


+ There are no comments
Add yours