Putih Sari Tekankan Pentingnya Pendidikan 4 Pilar MPR RI di Tengah Tantangan Era Digital dan Globalisasi

3 min read

Bekasi, Jawa Barat — Dalam upaya memperkuat semangat kebangsaan dan menjaga keutuhan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari, memimpin kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, dengan dihadiri tokoh masyarakat, aparatur desa, serta generasi muda yang antusias mengikuti jalannya acara, Jum’at (7/11/2025) di Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutannya, Putih Sari yang telah empat periode menjadi legislator menyampaikan rasa syukurnya dapat kembali bertemu masyarakat dalam kegiatan sosialisasi kebangsaan yang merupakan amanah konstitusional bagi anggota MPR RI.
Ia menegaskan, pendidikan dan pemahaman tentang empat pilar kebangsaan harus terus digelorakan agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

> “Saya bersyukur bisa berkumpul dan berdialog dengan masyarakat Desa Cicau. Sosialisasi empat pilar ini adalah tanggung jawab kami sebagai anggota DPR/MPR RI agar nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di hati rakyat. Sepanjang Indonesia ada, empat pilar ini harus menjadi pegangan setiap warga negara,” ujar Putih Sari.

Lebih lanjut, Putih Sari menekankan bahwa pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan kini menjadi semakin penting di tengah tantangan era digitalisasi dan globalisasi, di mana informasi dapat menyebar dengan sangat cepat tanpa batas ruang dan waktu.
Menurutnya, kemajuan teknologi di satu sisi membawa manfaat besar, namun di sisi lain juga menghadirkan potensi perpecahan jika tidak diimbangi dengan pemahaman ideologi yang kuat.

> “Di era digital, anak-anak muda kita sangat mudah terpapar informasi dari seluruh dunia. Tapi tidak semua informasi itu baik atau benar. Di sinilah pentingnya nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai filter agar kita tetap berpijak pada jati diri bangsa,” jelasnya.

Putih Sari juga menegaskan bahwa nilai-nilai dasar negara telah dirumuskan dengan penuh kebijaksanaan oleh para pendiri bangsa sejak kemerdekaan tahun 1945. Mereka menyatukan beragam suku, budaya, dan bahasa dalam semangat persaudaraan yang berlandaskan Ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab.

> “Dari dasar Ketuhanan, kita belajar menghormati perbedaan. Dari nilai kemanusiaan, kita diajarkan untuk menghargai sesama. Dari sinilah tumbuh rasa persatuan yang menjadi kekuatan Indonesia selama 80 tahun merdeka,” tambahnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa di ruang digital. Dengan memahami empat pilar, masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi, menyaring informasi, dan tetap menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya.

> “Empat Pilar MPR RI bukan sekadar teori, tetapi pedoman hidup dalam menghadapi tantangan global. Kalau kita berpegang pada nilai-nilai itu, kita tidak akan mudah goyah oleh pengaruh luar yang bisa mengikis nasionalisme,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi dialog interaktif yang disambut antusias oleh warga. Banyak peserta, terutama kalangan muda, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat di tengah derasnya arus informasi digital yang kadang membingungkan arah berpikir generasi saat ini.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours