Bekasi — Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, H. Umbara, kembali meneguhkan perannya sebagai pemimpin desa yang tegas, amanah, dan selalu mengedepankan kepentingan warganya. Dalam rapat Minggon rutin yang digelar di Aula Kantor Desa Karangsari, Kamis (14/8/2025), ia menyerukan pentingnya sinergi seluruh elemen desa untuk sigap membantu masyarakat dalam kondisi apa pun.

Rapat tersebut dihadiri aparatur perangkat desa, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas Polri, serta Babinsa TNI. Suasana berlangsung serius namun penuh keakraban, menjadi momentum koordinasi sekaligus evaluasi program kerja desa.
Dalam arahannya, H. Umbara menegaskan bahwa pelayanan kepada warga tidak boleh berjalan lamban, apalagi saat menyangkut keadaan darurat.
> “Kita ini pelayan masyarakat. Kalau ada warga yang sakit, punya hajatan, atau mengalami musibah kematian, kita harus hadir. Kita bantu, kita pastikan mereka tidak merasa sendirian. Aparat desa, tokoh masyarakat, hingga mitra TNI-Polri harus bergerak cepat,” ujarnya tegas.
Selain menekankan respons cepat, H. Umbara juga mengingatkan pentingnya disiplin bekerja sesuai prosedur dan aturan. Menurutnya, ketegasan dalam menegakkan aturan bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi juga membangun kepercayaan publik.
Kepala desa yang akrab disapa Lurah BAO ini juga menyampaikan rasa bangganya, karena hingga saat ini seluruh perangkat desa dan tokoh masyarakat di Karangsari tetap solid, kompak, dan saling mendukung demi kemajuan desa. “Soliditas ini adalah kebanggaan saya, dan menjadi modal besar untuk kita melangkah lebih maju ke depan,” ujarnya penuh optimisme.
Dikenal sebagai pemimpin sederhana namun berprinsip, H. Umbara selalu membuka ruang musyawarah dalam pengambilan keputusan. Ia memastikan setiap kebijakan desa berlandaskan regulasi resmi, sehingga transparansi dan akuntabilitas dapat terjaga. Tak mengherankan bila Desa Karangsari sering dijadikan rujukan dalam tata kelola pemerintahan desa di wilayah Cikarang Timur.
Melalui tradisi rapat Minggon, Desa Karangsari tidak hanya memperkuat koordinasi antar-aparat dan warga, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat gotong royong. H. Umbara berharap, budaya kebersamaan ini dapat terus terpelihara demi terwujudnya desa yang aman, tertib, dan sejahtera.

