Nurjaya Resmi Mendaftar Bakal Calon Kepala Desa Jatireja, Bawa Komitmen Perbaikan dan Penguatan Pembangunan

3 min read

BEKASI – Dinamika Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, mulai memasuki tahapan penting. Nurjaya secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Jatireja dengan menyerahkan berkas pendaftaran kepada Sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jatireja, Kamis (30/7/2026).

Usai menyerahkan berkas pendaftaran, Nurjaya menyampaikan komitmennya untuk turut mendorong Desa Jatireja agar semakin maju, berkembang, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin optimal kepada seluruh masyarakat.

Menurutnya, pembangunan desa harus ditempatkan sebagai proses yang berkelanjutan. Karena itu, setiap kebijakan dan program pembangunan idealnya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat serta mengakomodasi aspirasi warga secara proporsional.

Nurjaya menegaskan, apabila kelak memperoleh amanah masyarakat, dirinya akan berupaya melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek yang masih membutuhkan pembenahan. Pada saat yang sama, program maupun kebijakan yang telah berjalan baik akan dipertahankan, diperkuat, dan ditingkatkan agar memberikan manfaat yang semakin luas.

«“Yang masih kurang akan kita perbaiki, sementara yang sudah baik akan kita tingkatkan. Intinya, kita ingin Desa Jatireja menjadi lebih baik lagi dan manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Nurjaya.»

Bagi Nurjaya, kemajuan desa tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur. Kualitas pelayanan kepada masyarakat, pemberdayaan warga, transparansi penyelenggaraan pemerintahan desa, penguatan partisipasi masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.

Suasana pendaftaran Nurjaya juga mendapat perhatian dari sejumlah masyarakat dan pendukung yang hadir di sekitar lokasi. Kehadiran mereka disebut berlangsung secara spontan atas inisiatif masing-masing, tanpa adanya undangan khusus. Fenomena tersebut menjadi bagian dari dinamika demokrasi di tingkat desa sekaligus menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap proses Pilkades Jatireja.

Meski demikian, Nurjaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk memecah persatuan. Ia berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berlangsung dalam suasana aman, tertib, sejuk, demokratis, dan tetap mengedepankan rasa persaudaraan.

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Justru melalui perbedaan tersebut, masyarakat memiliki ruang untuk menilai dan menentukan calon pemimpin berdasarkan gagasan, rekam jejak, integritas, kapasitas, serta komitmen terhadap kepentingan masyarakat.

Nurjaya berharap Pilkades Jatireja tidak sekadar dipandang sebagai momentum pergantian kepemimpinan, melainkan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa secara lebih baik dan berkelanjutan.

«“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga persatuan. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah masyarakat, harus mampu mengutamakan kepentingan Desa Jatireja dan seluruh warganya,” tegasnya.»

Dengan semangat tersebut, Nurjaya menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan Pilkades sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi di Desa Jatireja agar proses pemilihan berlangsung jujur, adil, transparan, dan bermartabat.

Lebih dari sekadar kompetisi politik desa, Pilkades Jatireja diharapkan menjadi momentum konsolidasi masyarakat untuk membangun masa depan desa secara bersama-sama. Sebab, siapa pun yang nantinya memperoleh amanah, tantangan terbesar setelah kontestasi berakhir adalah menyatukan kembali seluruh elemen masyarakat dan memastikan pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan warga.

Dengan demikian, demokrasi di Desa Jatireja tidak berhenti pada proses memilih pemimpin, tetapi berlanjut pada kerja bersama untuk mewujudkan pemerintahan desa yang terbuka, responsif, bertanggung jawab, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours