KABUPATEN BEKASI – Musyawarah Kabupaten (MUKAB) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi ke-8 Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi dunia usaha sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Dalam forum tersebut, Heri Noviar, S.E. kembali dipercaya untuk memimpin KADIN Kabupaten Bekasi, didukung oleh berbagai asosiasi usaha yang tergabung dalam organisasi tersebut.
MUKAB KADIN Kabupaten Bekasi ke-8 berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan, persaudaraan, dan optimisme. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka dan ditutup oleh Plt Bupati Kabupaten Bekasi, dr. Asep Surya Atmadja, yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha sebagai fondasi utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi serta mempercepat pembangunan daerah di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Usai terpilih kembali, Heri Noviar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh peserta MUKAB. Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar mandat organisasi, melainkan tanggung jawab bersama untuk terus memperkuat peran KADIN sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja di Kabupaten Bekasi.
“Pada prinsipnya, KADIN menjalankan amanat sesuai ketentuan perundang-undangan, yaitu menjadi mitra pemerintah dalam membangun sektor ekonomi. Karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama agar seluruh potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Bekasi dapat berkembang secara optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Heri Noviar.
Ia menilai bahwa era digitalisasi telah membawa perubahan yang sangat cepat dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia usaha. Perkembangan teknologi yang begitu dinamis menuntut seluruh pelaku usaha untuk terus beradaptasi agar mampu bersaing dan memanfaatkan peluang-peluang baru yang muncul di tengah transformasi ekonomi digital.
Menurut Heri, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan ekonomi daerah. Saat ini, UMKM telah menunjukkan kemampuan beradaptasi melalui pemanfaatan teknologi digital, mulai dari pemasaran daring hingga sistem pembayaran elektronik yang semakin mudah diakses oleh masyarakat.
“Kita melihat perubahan yang luar biasa. Hari ini UMKM sudah mampu memanfaatkan berbagai platform digital dan sistem pembayaran elektronik. Ke depan tentu akan lahir inovasi-inovasi baru yang harus bisa diikuti oleh para pelaku usaha. Karena itu, penguatan kapasitas UMKM menjadi sangat penting agar mereka tidak tertinggal dalam arus perkembangan zaman,” jelasnya.
Lebih lanjut, Heri menekankan bahwa Kabupaten Bekasi memiliki keunggulan yang sangat besar sebagai salah satu pusat industri nasional. Dengan keberadaan sekitar 7.600 perusahaan yang beroperasi di berbagai kawasan industri, peluang untuk membangun kemitraan strategis antara UMKM dan industri besar terbuka sangat luas.
Menurutnya, salah satu agenda penting KADIN Kabupaten Bekasi pada periode mendatang adalah memperkuat link and match antara UMKM dan sektor industri. Melalui pola kemitraan yang terstruktur, pelaku usaha lokal diharapkan dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan industri besar di Kabupaten Bekasi tidak hanya menjadi penggerak investasi, tetapi juga mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan UMKM lokal. Dengan kolaborasi yang baik, UMKM dapat menjadi penunjang kebutuhan industri dan tumbuh bersama dalam ekosistem ekonomi yang saling menguatkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Heri juga memberikan apresiasi kepada seluruh asosiasi dan pelaku usaha yang selama ini terus menjaga kekompakan dan soliditas organisasi. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun di lingkungan KADIN Kabupaten Bekasi merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Ia mengakui bahwa tekanan ekonomi global saat ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap dunia usaha, terutama pada sektor produksi. Fluktuasi nilai tukar, meningkatnya biaya operasional, serta berbagai dinamika ekonomi internasional telah mendorong banyak perusahaan untuk melakukan penyesuaian strategi dan efisiensi guna menjaga keberlangsungan usaha.
“Ini bukan lagi sekadar isu nasional, melainkan fenomena global yang dirasakan hampir seluruh negara. Kenaikan biaya produksi dan berbagai tantangan ekonomi membuat perusahaan harus melakukan perhitungan ulang terhadap struktur biaya dan strategi bisnisnya. Dampaknya tentu juga dirasakan oleh sektor industri di Kabupaten Bekasi,” tuturnya.
Meski demikian, Heri tetap optimistis terhadap prospek ekonomi daerah. Ia meyakini bahwa fondasi ekonomi Kabupaten Bekasi yang ditopang oleh sektor manufaktur, investasi, perdagangan, jasa, dan kewirausahaan masih sangat kuat. Dengan dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, berbagai tantangan yang ada diyakini dapat dihadapi secara bersama-sama.
“Pada prinsipnya, sektor ekonomi Kabupaten Bekasi tetap berjalan dengan baik. Tantangan pasti ada, namun peluang juga sangat besar. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus membangun kolaborasi, meningkatkan inovasi, serta memperkuat daya saing agar Kabupaten Bekasi tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Bupati Kabupaten Bekasi, dr. Asep Surya Atmadja, yang hadir sejak pembukaan hingga penutupan MUKAB, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung iklim investasi dan pertumbuhan dunia usaha yang sehat, produktif, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kehadiran pemerintah bersama dunia usaha diharapkan mampu menciptakan berbagai terobosan yang mendorong peningkatan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Terpilihnya kembali Heri Noviar sebagai Ketua KADIN Kabupaten Bekasi menjadi penanda kuat bahwa dunia usaha di Kabupaten Bekasi memiliki tekad yang sama untuk terus bergerak maju. Dengan semangat kebersamaan, transformasi digital, penguatan UMKM, dan kemitraan industri yang semakin kokoh, KADIN Kabupaten Bekasi optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, inovatif, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.


+ There are no comments
Add yours