Kabupaten Bekasi — Sehari pascarelokasi, geliat ekonomi di lokasi baru depan Ramayana Lama Cikarang mulai menunjukkan ritme yang stabil. Hingga Minggu pagi (15/2/2026), lebih dari 70 persen pedagang pasar tumpah yang telah dipindahkan terpantau sudah kembali beroperasi seperti biasa. Aktivitas jual beli berlangsung tertib, arus pengunjung mengalir, dan penataan lapak terlihat lebih rapi dibanding sebelumnya.
Salah satu pedagang sayuran yang telah direlokasi, Okem, mengaku mulai merasakan dampak positif dari penataan tersebut. Meski proses adaptasi masih berlangsung dan belum sepenuhnya sesuai harapan para pedagang, ia menilai suasana berdagang kini jauh lebih kondusif dan nyaman.
“Alhamdulillah, kami sudah bisa jualan lagi seperti biasa. Tempatnya memang masih perlu penyesuaian, tapi lebih tertib dan tidak semrawut. Pembeli juga mulai berdatangan,” ujar Okem saat ditemui di lapaknya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses relokasi, khususnya Forum Pedagang Pasar Tumpah Cikarang di bawah kepemimpinan Samsudin. Menurutnya, forum tersebut berperan besar memastikan seluruh pedagang yang terdata dapat terakomodasi dengan baik, tanpa ada yang tertinggal.
Okem menilai, meskipun belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi para pedagang, suasana baru yang lebih tertata menjadi fondasi penting untuk keberlangsungan usaha ke depan. “Kami berterima kasih karena sudah difasilitasi. Harapannya ke depan bisa terus dibenahi, supaya makin nyaman bagi pedagang dan pembeli,” tambahnya.
Perkembangan ini menjadi sinyal positif bahwa proses relokasi di wilayah Kabupaten Bekasi tidak berhenti pada pemindahan fisik semata, tetapi juga berlanjut pada pemulihan aktivitas ekonomi secara bertahap. Dengan kolaborasi yang terus dijaga, kawasan pusat niaga Cikarang diharapkan tumbuh lebih tertib, produktif, dan berkelanjutan.

