Desa Wisata Kampung Ciranggon: Laboratorium Kreativitas dan Semangat Generasi Muda Bekasi

3 min read

Bekasi – Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan urbanisasi yang semakin nyata, Desa Wisata Kampung Ciranggon di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, hadir sebagai kisah optimisme tentang masa depan desa. Peresmian kawasan wisata berbasis masyarakat ini pada Jumat (19/12/2025) bukan sekadar simbol lahirnya destinasi baru, melainkan refleksi dari kolaborasi harmonis lintas generasi, di mana pemuda ditempatkan sebagai energi utama pembangunan.

Kampung Ciranggon menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Sejak memasuki kawasan, keterlibatan aktif generasi muda terlihat di setiap lini pengelolaan. Mulai dari pelayanan wisata, pemanduan edukatif, hingga pengembangan UMKM lokal, seluruhnya dijalankan dengan semangat profesional, kreatif, dan kebanggaan terhadap potensi desa sendiri. Inilah wajah baru desa yang tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan sekadar program seremonial.

Fondasi gerakan ini tidak lepas dari peran Gunawan, yang dikenal luas sebagai Mbah Goen. Dengan pendekatan kepemimpinan yang humanis dan inklusif, Mbah Goen menanamkan nilai keteladanan sebagai modal utama pembangunan. Ia percaya bahwa membangun desa sejatinya adalah membangun manusianya—membangun karakter, kepercayaan diri, dan visi masa depan generasi muda.

Apresiasi terhadap pendekatan ini datang dari berbagai kalangan. Nedi, atau yang akrab disapa Bang Endul, Ketua Karang Taruna Kelurahan Sertajaya, menilai Kampung Ciranggon sebagai representasi praktik baik pembangunan berbasis karakter.

“Di Kampung Ciranggon, keteladanan melahirkan kepercayaan diri. Anak-anak muda tidak lagi menjadi penonton, tetapi pelaku utama yang memahami nilai desanya dan mampu mengelolanya secara berkelanjutan,” ungkap Bang Endul.

Lebih jauh, Kampung Ciranggon dikembangkan sebagai ruang pembelajaran sosial yang aplikatif. Pola pengelolaan berbasis komunitas mendorong pemuda untuk belajar berorganisasi, mengelola dinamika sosial, serta mengembangkan literasi ekonomi kreatif dan digital melalui UMKM lokal. Pendekatan ini menciptakan ekosistem desa yang produktif secara ekonomi sekaligus matang secara sosial.

Hal senada disampaikan Darsum, Sekretaris Karang Taruna Kelurahan Sertajaya, yang melihat Kampung Ciranggon sebagai model pembangunan desa yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kampung Ciranggon adalah laboratorium kreativitas dan kolaborasi. Yang senior memberi arah, yang muda menghadirkan inovasi. Ini menjadi inspirasi bahwa desa dapat tumbuh maju tanpa kehilangan jati diri,” tuturnya.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam peresmian menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian desa dan penguatan peran pemuda. Dukungan ini diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya lebih banyak desa wisata yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan.

Kini, Kampung Ciranggon tidak hanya menjadi destinasi wisata alternatif, tetapi juga simbol optimisme baru Kabupaten Bekasi—ruang di mana nilai budaya, semangat kebersamaan, dan kreativitas generasi muda berpadu harmonis dalam pembangunan.

Dari Ciranggon tersampaikan pesan yang menenangkan sekaligus menggugah: masa depan desa tidak ditentukan oleh gedung-gedung tinggi, tetapi oleh generasi muda yang tumbuh dengan karakter kuat, visi jelas, dan kecintaan mendalam pada tanah kelahirannya. Sebuah inspirasi yang patut dirawat dan direplikasi di seluruh penjuru Indonesia.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours