Bandung, 15 Desember 2025 — Gerakan Masyarakat Pendidikan Anti Korupsi (GEMPAR) memperkuat sinergi dengan Paksiapi Jawa Barat dalam upaya edukasi dan pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan yang berkelanjutan. Organisasi masyarakat yang bergerak di bidang antikorupsi ini melakukan kunjungan resmi ke sekretariat Forum Paksiapi Provinsi Jawa Barat di Bandung, Senin (15/12).
Kedatangan rombongan GEMPAR dipimpin langsung oleh Ketua Umum Zacky Satria, S.E., dan disambut hangat oleh Ketua Paksiapi Jawa Barat Nur Ilmi Tanjung bersama jajaran pengurus. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari deklarasi GEMPAR yang digelar pada 11 Desember 2025 di Kota Bandung.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan konstruktif, kedua lembaga menegaskan komitmen bersama untuk memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi di masyarakat, terutama di lingkungan sekolah, kampus, dan komunitas lokal. GEMPAR dan Paksiapi sepakat bahwa pendidikan merupakan strategi utama dalam menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan akuntabilitas sejak dini.
“Kami memiliki tujuan yang sama: memberantas korupsi dan mewujudkan Indonesia yang lebih baik melalui kekuatan pendidikan,” tegas Master Nur Ilmi Tanjung dalam sambutannya.
Dalam kunjungan itu, Ketua GEMPAR menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar langsung tentang peran strategis penyuluh antikorupsi, termasuk proses sertifikasi dan tahapan pelatihan yang dijalani para penyuluh untuk menjadi agen perubahan di komunitasnya. Diskusi ini membuka peluang kolaborasi program yang lebih konkret, mulai dari penyusunan modul edukasi hingga pelaksanaan penyuluhan antikorupsi secara terstruktur.
Kepala Paksiapi juga menekankan bahwa kolaborasi lintas lembaga dan elemen masyarakat merupakan fondasi untuk memperkuat budaya antikorupsi di seluruh lapisan masyarakat. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk menyusun langkah strategis ke depan, yang diharapkan dapat meningkatkan peran serta publik dalam memerangi korupsi melalui pendidikan.
Gerakan antikorupsi berbasis pendidikan semakin mendapat sorotan nasional belakangan ini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mendorong penguatan jejaring penyuluh antikorupsi (PAKSI–API) agar menjadi ujung tombak dalam menanamkan nilai integritas di masyarakat luas.


+ There are no comments
Add yours