Semangat Solidaritas Kemanusiaan Nasional, H. Ridho Choirul Umam: Mari Kita Rawat Indonesia dengan Kepedulian

BEKASI — Peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80 tahun 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat kemanusiaan, patriotisme, gotong royong, dan nasionalisme sebagai kekuatan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengusung tema “Semangat Solidaritas Kemanusiaan Nasional”, peringatan ini dinilai memiliki pesan penting bahwa menjaga kemanusiaan merupakan bagian dari menjaga keutuhan Indonesia.

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bekasi, H. Ridho Choirul Umam, menyampaikan ucapan selamat Hari PMI ke-80 kepada seluruh jajaran PMI, para relawan, pegiat kemanusiaan, serta seluruh masyarakat Indonesia yang terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Selamat Hari Palang Merah Indonesia ke-80. Semoga PMI semakin profesional, tangguh, humanis dan senantiasa menjadi kekuatan kemanusiaan yang hadir untuk masyarakat. Tema ‘Semangat Solidaritas Kemanusiaan Nasional’ harus kita jadikan momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kecintaan kepada tanah air,” ujar H. Ridho Choirul Umam di Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, kerja kemanusiaan merupakan bentuk patriotisme yang nyata. Membantu masyarakat yang membutuhkan, hadir dalam situasi sulit, membangun kepedulian sosial, dan memberikan pertolongan tanpa membedakan latar belakang merupakan wujud cinta kepada bangsa yang tidak selalu harus ditunjukkan melalui simbol-simbol formal.

“Patriotisme bukan hanya tentang keberanian membela negara dalam situasi tertentu. Patriotisme juga tercermin ketika kita rela memberikan waktu, tenaga dan pikiran untuk membantu sesama. Ketika kita menolong manusia, sesungguhnya kita sedang menjaga nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” tegasnya.

H. Ridho menilai semangat PMI sejalan dengan karakter bangsa Indonesia yang sejak dahulu dikenal memiliki tradisi gotong royong. Solidaritas kemanusiaan menjadi ruang yang mampu mempertemukan seluruh elemen masyarakat tanpa mempersoalkan perbedaan suku, agama, budaya, status sosial maupun pilihan politik.

Dalam konteks kehidupan kebangsaan, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Kabupaten Bekasi, untuk menjadi bagian dari gerakan yang memperkuat persatuan dan kesatuan. Pemuda, menurutnya, memiliki energi, kreativitas, keberanian dan idealisme yang dapat diarahkan untuk menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.

“Pemuda Indonesia harus menjadi generasi yang berani bermimpi besar untuk bangsanya, tetapi juga bersedia bekerja nyata untuk masyarakat. Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh. Jadikan keberagaman sebagai kekuatan dan solidaritas sebagai perekat persatuan Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa nasionalisme di era modern harus diwujudkan melalui tindakan konkret. Membangun pendidikan yang baik, menjaga lingkungan, menghormati hukum, melawan intoleransi, membantu kelompok yang membutuhkan, serta menciptakan ruang sosial yang sehat merupakan bagian dari kontribusi generasi muda terhadap masa depan bangsa.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya bangga menjadi warga negara Indonesia, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari agar perbedaan tidak menjadi sumber konflik, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih kokoh.

“Indonesia adalah rumah besar kita bersama. Tidak ada kemajuan yang berarti apabila persatuan kita rapuh. Karena itu, mari kita rawat nasionalisme dengan kepedulian, kita rawat persatuan dengan solidaritas, dan kita buktikan kecintaan kepada tanah air melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

H. Ridho berharap momentum Hari PMI ke-80 dapat memperluas kesadaran bahwa kemanusiaan dan nasionalisme merupakan dua nilai yang saling menguatkan. Bangsa yang memiliki kepedulian terhadap sesama akan memiliki fondasi sosial yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Selamat Hari Palang Merah Indonesia ke-80. Mari kita kobarkan semangat solidaritas kemanusiaan nasional, kita perkuat gotong royong, kita jaga persatuan dan kesatuan, serta kita tumbuhkan patriotisme dalam setiap pengabdian. Dari Bekasi untuk Indonesia, mari bersama-sama membangun bangsa dengan hati yang peduli, semangat yang merdeka, dan tekad untuk menjaga Indonesia tetap bersatu,” pungkas H. Ridho Choirul Umam.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours