DEPOK, SWARAJABAR.ID – Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, Karang Taruna Kota Depok membuktikan kiprahnya tak hanya sebatas lomba 17-an. Kali ini, bekerja sama dengan Teacher Preneur, mereka menggelar Seminar Nasional bertema “How To Be a Great Teacher” di gedung Baleka, Rabu (19/8/2026)
Sebanyak 1.200 pendidik dari seluruh Kota Depok. Kegiatan berlangsung dua hari, hari pertama untuk guru PAUD, hari kedua untuk guru SD dan SMP — menjadi bukti nyata peran strategis Karang Taruna dalam memajukan kualitas pendidikan kota.
Seminar ini bukan sekadar pelatihan biasa. Para peserta dibekali materi menyeluruh: seni public speaking, strategi inner power, pembentukan karakter, hingga konsep teacherpreneur, transformasi pendidik agar mandiri secara finansial, mental, dan spiritual. Pemateri yang hadir pun bersertifikasi internasional dan dikenal sebagai motivator terdepan di Indonesia.
Ketua Karang Taruna Kota Depok, Irwan Nurwanto, menjelaskan bahwa momentum kemerdekaan ini sengaja dimanfaatkan untuk memberikan kemerdekaan juga bagi para guru dalam hal ilmu, keterampilan, dan peluang baru.
“Kita ingin para guru mendapat pengetahuan baru, bertambah skill dan kompetensinya, serta mendapatkan sertifikat pelatihan yang bermanfaat ke depannya. Bahkan kami juga menyampaikan ilmu tentang kewirausahaan, agar mereka tidak hanya pandai mendidik, tapi juga mandiri secara finansial, itulah makna teacherpreneur.”
Irwan juga menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi upaya mengubah pola pikir masyarakat tentang peran Karang Taruna yang selama ini sering dianggap hanya aktif saat peringatan kemerdekaan.
“Agustus memang identik dengan 17 Agustus, tapi kami ingin merubah mindset masyarakat. Karang Taruna bukan hanya soal lomba 17-an. Kami adalah organisasi sosial kemasyarakatan, wadah anak muda untuk mengembangkan potensi dan tanggung jawab sosial. Kami bikin kegiatan seni budaya, literasi, hingga pelatihan untuk para guru, semua demi kemajuan warga Kota Depok,” tandasnya.
Harapannya, kontribusi Karang Taruna dalam dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dapat terus berlanjut dan semakin berkembang di masa mendatang.
Dengan kehadiran 1.200 guru yang antusias mengikuti rangkaian materi selama dua hari, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan kemeriahan, melainkan juga dengan memberikan kemerdekaan ilmu, keterampilan, dan peluang bagi sesama.
Melalui pendidik yang semakin berkualitas dan mandiri, maka generasi penerus pun akan tumbuh menjadi insan yang lebih berdaya.(Bro)


+ There are no comments
Add yours