HARI PALANG MERAH INDONESIA KE-80, MUHAMMAD ILHAM KAMIL: SOLIDARITAS PEMUDA MENJADI KEKUATAN KEMANUSIAAN DAN KEMAJUAN INDONESIA

KARAWANG — Peringatan Hari Palang Merah Indonesia ke-80 tahun 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan nilai kemanusiaan, solidaritas, kepedulian sosial, gotong royong, dan persatuan sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Mengusung semangat “Solidaritas Kemanusiaan Nasional”, peringatan tersebut dinilai tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat kesadaran bahwa kemanusiaan merupakan titik temu seluruh elemen bangsa.

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Karawang, Muhammad Ilham Kamil, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat Hari Palang Merah Indonesia ke-80 kepada seluruh jajaran PMI, relawan, pegiat kemanusiaan, tenaga kemanusiaan, serta masyarakat yang selama ini konsisten hadir membantu sesama.

“Selamat Hari Palang Merah Indonesia ke-80. Semoga PMI semakin kuat, profesional, humanis, dan semakin mampu memberikan pelayanan kemanusiaan terbaik kepada masyarakat. Semangat ‘Solidaritas Kemanusiaan Nasional’ harus menjadi energi bersama untuk memperkuat kepedulian, persaudaraan, dan persatuan bangsa,” ujar Muhammad Ilham Kamil di Karawang.

Menurutnya, solidaritas memiliki makna yang sangat strategis bagi generasi muda. Pemuda bukan hanya diposisikan sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang memiliki energi, kreativitas, keberanian, dan kemampuan untuk menghadirkan perubahan melalui gagasan maupun tindakan nyata.

Ia mengajak generasi muda, khususnya di Kabupaten Karawang, untuk menjadikan nilai kemanusiaan sebagai bagian dari karakter dan budaya kehidupan. Kepedulian kepada sesama, menurutnya, harus mampu melampaui sekat perbedaan pilihan, latar belakang sosial, suku, budaya, agama maupun pandangan politik.

“Pemuda harus mampu menjadi generasi yang merawat perbedaan sekaligus memperkuat persamaan. Solidaritas antarpemuda harus menjadi energi untuk memajukan Indonesia, bukan justru menjadi sumber perpecahan. Kita boleh berbeda pilihan dan pandangan, tetapi persaudaraan kebangsaan harus tetap kita jaga,” tegasnya.

Muhammad Ilham Kamil menilai PMI telah memberikan teladan bahwa kerja kemanusiaan dapat menjadi ruang persatuan yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat. Dalam kerja kemanusiaan, identitas dan perbedaan tidak menjadi batas, karena orientasi utamanya adalah memberikan pertolongan, menghadirkan kepedulian, serta memastikan keberadaan manusia lain tidak pernah diabaikan.

“Di tengah kerja kemanusiaan, kita belajar bahwa nilai kemanusiaan berada di atas berbagai perbedaan. PMI telah menunjukkan bahwa ketika masyarakat bergerak bersama untuk membantu sesama, sekat-sekat perbedaan dapat berubah menjadi kekuatan persatuan,” katanya.

Karena itu, ia mendorong semakin banyak generasi muda untuk mengambil bagian dalam kegiatan sosial, kerelawanan, pendidikan kemanusiaan, kepedulian lingkungan, kebencanaan, maupun berbagai aktivitas positif lainnya. Ruang pengabdian tersebut dinilai penting agar pemuda tidak hanya menjadi penonton atas berbagai persoalan sosial, tetapi mampu tampil sebagai bagian dari solusi.

“Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya kritis dalam menyampaikan gagasan, tetapi juga memiliki kepedulian dan keberanian untuk turun tangan. Perubahan tidak cukup hanya dibicarakan. Perubahan membutuhkan kerja, kolaborasi, konsistensi, dan kesediaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang semakin kompleks, pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi kekuatan yang menjaga ruang publik tetap sehat. Menurutnya, generasi muda harus mampu menyebarkan optimisme, menghormati perbedaan, melakukan verifikasi informasi, serta menolak provokasi yang berpotensi merusak persaudaraan dan persatuan bangsa.

“Jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan. Pemuda harus menjadi jembatan yang mempertemukan, bukan tembok yang memisahkan. Mari kita bangun Indonesia dengan semangat kolaborasi, saling menghargai dan saling menguatkan,” tegasnya.

Muhammad Ilham Kamil berharap Hari Palang Merah Indonesia ke-80 dapat menjadi momentum untuk memperluas gerakan kemanusiaan sekaligus menumbuhkan budaya solidaritas di tengah masyarakat. Baginya, penghormatan terhadap nilai kemanusiaan tidak cukup diwujudkan melalui ucapan, tetapi harus diterjemahkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Selamat Hari Palang Merah Indonesia ke-80. Mari kita hidupkan semangat solidaritas kemanusiaan nasional. Jadikan pemuda sebagai kekuatan perubahan, sebagai generasi yang peduli, mau berkolaborasi, menjaga persatuan, dan terus menghadirkan manfaat. Dari solidaritas kemanusiaan, kita bangun Indonesia yang lebih maju, adil, bersatu dan bermartabat,” pungkas Muhammad Ilham Kamil.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours