JAKARTA, SWARAJABAR.ID – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaporkan langkah cepat jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam percepatan penanganan pasca-gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui aksi gotong royong dan iuran sukarela dari seluruh personel, Polri berhasil menghimpun bantuan dana hingga mencapai Rp 12,68 miliar untuk para korban terdampak.
Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Jenderal Pol. Listyo Sigit dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Gempa NTT yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Rabu (26/8/2026).
“Kami gotong royong iuran, Pak, para anggota. Saat ini kami titip nanti ke Pak Kapolda Rp 12,68 miliar, Pak. Untuk membantu kegiatan-kegiatan yang sifatnya diperlukan, karena mungkin Kapolda juga membutuhkan,” ujar Kapolri di hadapan Presiden Prabowo.
Dirikan Puluhan Posko hingga Layanan Trauma Healing
Selain bantuan dana, Jenderal Pol. Listyo Sigit membeberkan bahwa Polri bergerak taktis di lapangan dengan mendirikan infrastruktur darurat di polres-polres yang terdampak gempa. Upaya ini difokuskan untuk memulihkan kondisi fisik maupun psikologis para pengungsi.
“Kami juga membangun 20 posko tanggap darurat dan 9 posko kesehatan, 9 posko trauma healing, dan 45 unit tenda Polri, 10 unit water treatment, dan 7 unit dapur,” ujar Kapolri.
Ratusan Ton Bantuan Logistik Mulai DisalurkanTak hanya itu, gelombang bantuan logistik yang dikumpulkan dari jajaran Markas Besar (Mabes) Polri hingga Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh Indonesia terus mengalir ke lokasi bencana.
“Kami menghimpun logistik untuk ditempatkan di posko-posko tambahan tersebut. Kurang lebih ada 284,54 ton sampai saat ini yang siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutur Jenderal Pol. Listyo Sigit menambahkan.
Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Nagekeo ini dilakukan secara khusus untuk memantau langsung serta memastikan efektivitas penanganan pemulihan pasca-gempa.
Dalam agenda peninjauan ini, Presiden turut didampingi oleh jajaran pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn) Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.


+ There are no comments
Add yours