HUT PMI KE-80, ADIN JAELANI SOPIAN : SEMANGAT SOLIDARITAS KEMANUSIAAN HARUS MENJADI KEKUATAN BERSAMA

KARAWANG — Peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80 tahun 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Mengusung tema “Semangat Solidaritas Kemanusiaan Nasional”, peringatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama.

Ketua DPD PKS Kabupaten Karawang, Adin Jaelani Sopian, S.E., M.E., menyampaikan ucapan selamat Hari PMI ke-80 sekaligus memberikan apresiasi atas kiprah PMI yang selama puluhan tahun hadir dalam berbagai situasi kemanusiaan. Menurutnya, PMI memiliki posisi strategis sebagai salah satu kekuatan sosial yang senantiasa mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Selamat Hari Palang Merah Indonesia ke-80. Semoga momentum ini semakin memperkuat semangat solidaritas kemanusiaan nasional, serta mendorong semakin banyak masyarakat untuk hadir, peduli dan mengambil bagian dalam membantu sesama,” ujar Adin Jaelani Sopian.

Ia menilai, semangat kemanusiaan tidak mengenal sekat identitas. Ketika seseorang membutuhkan pertolongan, maka yang dikedepankan adalah nilai kemanusiaan itu sendiri. Karena itu, PMI diharapkan terus menjadi ruang bersama yang terbuka dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Solidaritas kemanusiaan adalah nilai yang dapat menyatukan kita. Perbedaan pilihan politik, latar belakang sosial, suku, budaya maupun keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk saling menolong. Justru dalam keberagaman itulah kita menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan sosial yang besar,” katanya.

Adin juga mengajak generasi muda untuk memahami bahwa kemanusiaan bukan hanya diwujudkan melalui aksi besar. Kepedulian dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti membantu warga yang mengalami kesulitan, menjadi relawan, mendukung kegiatan sosial, menjaga lingkungan, hingga membangun budaya saling menghormati dan saling menguatkan.

Menurutnya, edukasi mengenai kemanusiaan perlu terus ditanamkan sejak dini. Anak-anak dan generasi muda harus diberikan pemahaman bahwa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain merupakan bagian penting dari membangun masyarakat yang sehat, beradab, dan berkeadilan.

Dalam konteks pembangunan daerah, ia menegaskan bahwa pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, lembaga sosial, komunitas, media, serta masyarakat memiliki ruang yang sama untuk memperkuat ekosistem kemanusiaan. Kolaborasi lintas sektor dinilai akan membuat respons terhadap berbagai persoalan sosial menjadi lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.

“PMI tidak mungkin bekerja sendirian. Semangat kemanusiaan harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah memiliki tanggung jawab pelayanan publik, masyarakat memiliki kekuatan gotong royong, dunia usaha dapat memperkuat dukungan sosial, sementara organisasi dan komunitas dapat menjadi penggerak di tengah masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap momentum Hari PMI ke-80 dapat menjadi titik penguatan kembali budaya solidaritas di Kabupaten Karawang dan Indonesia. Menurutnya, bangsa yang kuat bukan hanya diukur dari kemajuan ekonomi dan pembangunan fisiknya, tetapi juga dari seberapa kuat kepedulian masyarakat terhadap mereka yang membutuhkan.

“Semoga PMI semakin profesional, semakin kuat, dan semakin dekat dengan masyarakat. Mari kita jadikan semangat solidaritas kemanusiaan nasional sebagai energi untuk membangun Indonesia yang lebih peduli, inklusif, tangguh dan bermartabat,” pungkas Adin Jaelani Sopian.

Peringatan Hari PMI ke-80 akhirnya menjadi refleksi bersama bahwa kemanusiaan merupakan nilai universal yang harus terus dirawat. Dari kepedulian sederhana hingga gerakan sosial yang lebih luas, setiap kontribusi memiliki arti dalam menciptakan masyarakat yang saling menjaga dan Indonesia yang semakin beradab.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours