SYAFRUDIN BUDIMAN, S.IP. “GUS DIN” Dari Tradisi Pergerakan, Aktivis Mahasiswa hingga Komisaris BUMN

3 min read

JAKARTA — Syafrudin Budiman, S.IP., atau akrab disapa Gus Din, merupakan sosok yang perjalanan hidupnya tumbuh dari tradisi keluarga dakwah, pendidikan, Muhammadiyah dan organisasi. Dari lingkungan keluarga, ia mengenal nilai pengabdian yang kemudian berkembang melalui dunia mahasiswa, jurnalistik, politik, ekonomi kerakyatan hingga profesionalisme BUMN.

Gus Din merupakan putra bungsu dari lima bersaudara, pasangan almarhum Ustadz Ach. Zainuddin HR dan almarhumah Mardhiyah. Ia juga merupakan cucu almarhum Ustadz/KH Abdul Kadir Muhammad, tokoh dakwah, pendidikan dan penggerak Muhammadiyah yang memiliki kiprah di Sumenep dan Kangean.

AKTIVIS DAN KADER MUHAMMADIYAH

Sebagai mahasiswa Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Gus Din aktif dalam Senat Mahasiswa, BEM, HMJ Ilmu Politik serta berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan.

Perjalanan tersebut semakin berkembang melalui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia pernah dipercaya menduduki sejumlah posisi organisasi, termasuk di tingkat komisariat, cabang, daerah hingga pusat.

Pengalamannya memimpin forum nasional, termasuk sebagai Ketua Presidium Sidang Muktamar IMM XII di Ambon dan Presidium Sidang Tanwir menjelang Muktamar XIII, membuatnya dikenal dengan julukan “Macan Sidang.”

JURNALISTIK DAN INTELEKTUAL POLITIK

Setelah aktif di dunia pergerakan, Gus Din memasuki jurnalistik dan pernah berkiprah sebagai jurnalis Surabaya Post. Pengalaman tersebut memperkuat kemampuannya dalam membaca isu, membangun komunikasi publik dan memahami pembentukan opini.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan hingga Magister Ilmu Politik di Universitas Nasional Jakarta. Pengalaman akademik, organisasi dan jurnalistik menjadi fondasi kiprahnya sebagai intelektual politik serta praktisi komunikasi politik.

POLITIK DAN EKONOMI KERAKYATAN

Gus Din kemudian aktif dalam politik praktis. Ia pernah berada dalam barisan pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014, terlibat dalam gerakan relawan Jokowi pada Pilpres 2019, dan kembali menjadi bagian dari gerakan pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Di bidang ekonomi, ia memberikan perhatian terhadap UMKM, koperasi, kewirausahaan dan ekonomi kerakyatan. Ia pernah mendirikan Partai UKM Indonesia dan dipercaya sebagai Ketua Umum Perhimpunan UKM Indonesia.

DARI GERAKAN KE PROFESIONALISME BUMN

Babak baru perjalanan Gus Din hadir ketika ia dipercaya menjadi Komisaris PT Jasa Marga Related Business (JMRB).

Posisi tersebut menjadi titik temu antara pengalaman panjangnya dalam organisasi, komunikasi, politik dan ekonomi dengan dunia profesional korporasi.

Perjalanan Gus Din dapat dirangkum dalam satu garis besar:

Keluarga Pergerakan → Aktivis Mahasiswa → IMM → Jurnalis → Intelektual Politik → Penggerak UMKM → Politisi → Relawan Politik → Profesional BUMN.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa perjalanan seorang aktivis tidak harus berhenti di satu ruang. Pengalaman dapat terus berkembang ketika pengetahuan, jaringan dan nilai pengabdian diterjemahkan ke dalam tantangan zaman.

Bagi Gus Din, setiap fase merupakan sekolah kehidupan: keluarga mengajarkan nilai, organisasi membentuk kepemimpinan, jurnalistik mengajarkan fakta, politik memperluas perspektif, ekonomi kerakyatan mendekatkan diri pada masyarakat, dan dunia profesional menuntut integritas serta tata kelola.

Pada akhirnya, perjalanan Syafrudin Budiman bukan sekadar tentang jabatan, tetapi tentang proses panjang membangun pengalaman dan mencari ruang untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours