Kharisma M. Suhana Raih Juara 1 Dalang Cilik, H. Ujang Suhana: Prestasi Sekaligus Ikhtiar Melestarikan Budaya Sunda

3 min read

KARAWANG — Rasa syukur dan kebanggaan terpancar dari sosok pengacara senior, H. Ujang Suhana, S.H., setelah putranya, Kharisma M. Suhana, berhasil meraih Juara 1 Lomba Dalang Cilik dalam Pentas Winojakrama Wayang Golek tingkat Kabupaten Karawang. Prestasi tersebut diraih dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang pada 5 Agustus 2026 di Bale Asri Disdikbud Kabupaten Karawang.

Kharisma M. Suhana merupakan siswa Kelas VI SD IT Lampu Iman Adiarsa Karawang. Keberhasilannya menjadi juara pertama tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan lingkungan pendidikan, tetapi juga menjadi catatan positif bagi upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan seni tradisi Sunda, khususnya wayang golek, di tengah perkembangan zaman dan perubahan minat generasi muda.

Bagi H. Ujang Suhana, capaian yang diraih putranya tersebut memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar memperoleh penghargaan dalam sebuah perlombaan. Menurutnya, keberanian anak-anak untuk mempelajari seni tradisional merupakan bagian penting dari proses menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.

“Alhamdulillah, kami sebagai orang tua tentu sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Kharisma. Namun, yang paling penting bagi kami bukan semata-mata tentang juara, melainkan bagaimana anak-anak sebagai generasi penerus memiliki kepedulian dan kemauan untuk mengenal, mencintai, serta melestarikan budaya Sunda, khususnya seni wayang golek,” ujar H. Ujang Suhana.

Ia menilai, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Diperlukan proses berkelanjutan dengan memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal kesenian tradisional secara langsung, mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, serta mendapatkan dukungan dari keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, prestasi Kharisma dinilai menjadi gambaran bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di hati generasi muda. Ketika seorang anak usia sekolah berani tampil, belajar mendalami seni pedalangan, dan mampu berkompetisi hingga meraih prestasi tertinggi, hal tersebut menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus berkembang apabila diperkenalkan melalui pendekatan yang positif dan sesuai dengan dunia anak.

H. Ujang Suhana juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, para pendidik, pembimbing, pihak sekolah, serta seluruh pihak yang telah memberikan ruang dan kesempatan bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi mereka dalam bidang seni dan kebudayaan.

Menurutnya, pendidikan sejatinya tidak hanya berbicara mengenai pencapaian akademik. Karakter, kreativitas, keberanian tampil, kecintaan terhadap budaya, serta kemampuan menghargai warisan leluhur merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang memiliki jati diri sekaligus mampu menghadapi tantangan masa depan.

Ia berharap prestasi yang diraih Kharisma dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya untuk tidak merasa asing dengan budaya daerahnya sendiri. Justru di tengah derasnya pengaruh budaya global, generasi muda perlu memiliki fondasi budaya yang kuat agar mampu tumbuh sebagai generasi yang terbuka terhadap kemajuan, tetapi tetap memiliki identitas dan karakter kebangsaan.

“Hatur nuhun kepada semua pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada Kharisma. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, rendah hati, dan semakin mencintai budaya Sunda. Mudah-mudahan apa yang dilakukan hari ini dapat menjadi bagian kecil dari ikhtiar untuk menjaga dan melestarikan seni wayang golek agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi-generasi berikutnya,” tutur H. Ujang Suhana.

Prestasi Kharisma M. Suhana pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah piala dan gelar juara. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menjadi pesan bahwa warisan budaya akan tetap memiliki masa depan ketika generasi mudanya diberi kesempatan untuk mengenal, mempelajari, mencintai, dan membanggakannya.

Dari panggung Dalang Cilik Pentas Winojakrama Wayang Golek Kabupaten Karawang, semangat pelestarian budaya pun menemukan wajah mudanya. Kharisma menjadi salah satu representasi generasi penerus yang diharapkan mampu menjaga denyut seni tradisi Sunda agar tetap tumbuh, berkembang, dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours