CIREBON — Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon Tahun 2026 menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara ulama, pemerintah, Polri, TNI, santri, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Halaman Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Sabtu (1/8/2026), tersebut dihadiri Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., didampingi Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H.
Sekitar 1.000 jamaah turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut. Hadir pula Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandung Dr. H. Abdul Hakim, M.H.I., jajaran Forkopimda, para ulama, tokoh agama, santri, alumni, serta masyarakat.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan sholawat, tahlil dan doa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan para tokoh, mauidzah hasanah hingga doa penutup.
Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, haul tersebut menjadi ruang bersama untuk mengenang jasa para sesepuh sekaligus merawat nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi penerus, seperti ilmu, akhlak, kepedulian, persaudaraan dan kecintaan terhadap bangsa.
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa Pondok Buntet Pesantren memiliki tradisi keilmuan dan pembinaan akhlak yang telah berlangsung secara berkelanjutan. Pesantren juga memiliki kontribusi dalam menanamkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nilai tersebut menjadi penting untuk terus dirawat karena kehidupan masyarakat membutuhkan ruang yang mempertemukan berbagai unsur dalam suasana saling menghormati dan menghargai.
Kapolda Ajak Semua Pihak Peduli Generasi Muda
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap generasi muda.
Menurutnya, membangun karakter generasi penerus merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua, keluarga, guru, kiai, tokoh masyarakat, pemerintah, aparat keamanan dan lingkungan sosial memiliki peran masing-masing dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat dan positif bagi anak-anak.
«“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Karena itu diperlukan peran orang tua, pemerintah, guru, kiai dan lingkungan dalam membentuk karakter mereka. Polda Jawa Barat berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama para ulama,” ujar Kapolda.»
Kapolda menilai perkembangan teknologi harus disikapi secara bijak. Kemajuan teknologi dapat menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan diri, namun generasi muda tetap membutuhkan pendampingan, keteladanan dan komunikasi yang baik dari orang-orang di sekitarnya.
Karena itu, menjaga generasi muda bukan hanya persoalan keamanan, melainkan juga bagian dari upaya membangun masa depan masyarakat dan bangsa.
Kapolda juga menekankan pentingnya hubungan yang baik antara Polri dan para ulama serta seluruh unsur masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan komunikasi yang terbuka, memperkuat persaudaraan dan menjaga suasana kehidupan masyarakat tetap aman serta harmonis.
Keamanan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama mengatakan, kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dan komunikasi dengan masyarakat.
«“Melalui momentum haul ini kami ingin memperkuat sinergi dengan para ulama dan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan ini menjadi kekuatan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif di Kabupaten Cirebon,” kata Imara.»
Menurutnya, keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat. Kondisi lingkungan yang aman dan nyaman membutuhkan kepedulian bersama, termasuk kesadaran masyarakat untuk menjaga ketertiban, menghormati perbedaan dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi serta musyawarah.
Dalam suasana haul, Kapolda Jabar juga menyempatkan diri menyapa masyarakat dan para santri. Interaksi berlangsung hangat dan mencerminkan kedekatan antara aparat dengan masyarakat.
Sementara itu, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polresta Cirebon menerjunkan 166 personel gabungan. Pengamanan dipimpin langsung Kapolresta Cirebon didampingi Kabag Ops Kompol Sutarja, S.H., M.H., dengan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah dan stakeholder terkait.
Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh pihak, rangkaian Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.
Momentum tersebut sekaligus memberikan pesan bahwa menjaga persatuan dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Ulama memberikan keteladanan dan nilai moral, keluarga membangun karakter, dunia pendidikan memberikan pengetahuan, pemerintah menghadirkan pelayanan, aparat menjaga keamanan, sementara masyarakat menjadi kekuatan utama dalam merawat kehidupan sosial.
Dengan saling menghormati, membuka ruang dialog dan bergandengan tangan dalam kebaikan, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun Cirebon dan Jawa Barat yang semakin aman, harmonis, inklusif dan berdaya.


+ There are no comments
Add yours