Kabupaten Bekasi — Kondisi jalan utama di Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan, terus menjadi perhatian serius masyarakat. Jalan yang berperan sebagai akses vital bagi aktivitas warga tersebut kini mengalami kerusakan yang kian mengkhawatirkan, terutama saat intensitas hujan meningkat. Namun di balik kondisi tersebut, tersimpan ikhtiar panjang dan konsistensi kepemimpinan Kepala Desa Karangsari, H. Bao Umbara, dalam memperjuangkan kepentingan warganya.
Dalam berbagai kesempatan, H. Bao Umbara menegaskan bahwa Pemerintah Desa Karangsari tidak pernah berhenti mengusulkan perbaikan jalan tersebut melalui mekanisme resmi, yakni Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Usulan tersebut bahkan telah disampaikan secara rutin setiap tahun sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami tidak pernah absen mengusulkan perbaikan jalan ini. Setiap tahun, melalui Musrenbang, aspirasi masyarakat kami kawal dan kami sampaikan. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai pemerintah desa,” ujar H. Bao Umbara dengan penuh keteguhan.
Ia menjelaskan bahwa secara kewenangan, jalan utama tersebut merupakan jalan kabupaten, sehingga proses perbaikannya berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kendati demikian, hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar mendapat perhatian dan realisasi yang layak.
Bagi H. Bao Umbara, kepemimpinan bukan sekadar menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga menghadirkan keberpihakan yang nyata kepada masyarakat. Konsistensi dalam mengusulkan pembangunan, sekalipun menghadapi keterbatasan kewenangan, menjadi cerminan integritas dan komitmen moralnya sebagai pemimpin di tingkat desa.
Sikap tersebut juga mendapat apresiasi dari masyarakat yang menilai bahwa pemerintah desa telah menjalankan perannya secara optimal. Warga memahami bahwa keterlambatan perbaikan bukan disebabkan oleh kelalaian desa, melainkan oleh proses kewenangan dan prioritas pembangunan di tingkat yang lebih tinggi.
Di sisi lain, kondisi jalan yang rusak tentu berdampak langsung terhadap mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, harapan besar terus disuarakan agar Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat segera memberikan perhatian dan mengambil langkah konkret dalam merealisasikan perbaikan infrastruktur tersebut.
H. Bao Umbara pun menegaskan bahwa dirinya akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, guna memastikan bahwa aspirasi masyarakat Desa Karangsari tidak berhenti sebatas usulan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan nyata.
“Kami akan terus berjuang dan mengawal aspirasi ini. Karena bagi kami, kepentingan masyarakat adalah prioritas utama yang harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Lebih dari sekadar persoalan infrastruktur, kondisi ini menjadi refleksi penting tentang perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan pemerintah daerah. Kolaborasi yang harmonis diyakini akan mampu mempercepat realisasi pembangunan serta menghadirkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan kepemimpinan yang berintegritas, konsisten, dan berorientasi pada pelayanan, sosok H. Bao Umbara menjadi representasi pemimpin desa yang tidak hanya hadir dalam struktur, tetapi juga dalam perjuangan nyata. Di tengah keterbatasan, ia tetap berdiri di garis depan, memastikan bahwa suara masyarakat Karangsari terus diperjuangkan hingga mencapai hasil yang diharapkan.
Harapan pun terus tumbuh di tengah masyarakat, bahwa jalan yang hari ini belum tersentuh, pada waktunya akan menjadi saksi dari ketekunan, kesabaran, dan integritas dalam memperjuangkan kepentingan bersama demi kemajuan Desa Karangsari yang lebih baik, aman, dan bermartabat.


+ There are no comments
Add yours