Perkuat Sinergi Lintas Wilayah, Ridwan Salam Dorong Konektivitas Infrastruktur Karawang–Bekasi untuk Pemerataan Ekonomi

3 min read

Kabupaten Bekasi, 8 April 2026 — Komitmen memperkuat sinergi pembangunan lintas wilayah kembali ditegaskan dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan Kabupaten Bekasi 2027 (Musrenbang) Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Gedung Aula Swatantra Wibawa Mukti, Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Rabu (8/4/2026) pagi.

Dalam forum strategis tersebut, Asisten Daerah (ASDA) I Kabupaten Karawang, Ridwan Salam, yang hadir mewakili Bupati Karawang, menyampaikan pandangan konstruktif terkait pentingnya sinkronisasi program pembangunan di wilayah perbatasan sebagai langkah percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata.

Dalam keterangannya, Ridwan Salam menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya kolaborasi lintas daerah, khususnya bagi wilayah yang memiliki keterkaitan geografis dan ekonomi yang erat seperti Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi.

“Alhamdulillah, melalui Musrenbang ini kita dapat memperkuat koordinasi antarwilayah perbatasan. Ada sejumlah program strategis yang memang harus disinkronkan agar pembangunan dapat berjalan selaras dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di kedua daerah,” ujarnya dengan nada optimistis.

Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah penguatan konektivitas infrastruktur, khususnya pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Karawang dan Bekasi melalui kawasan Muara Gembong. Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses ekonomi baru yang berpotensi terhubung hingga ke wilayah DKI Jakarta.

Ridwan Salam mengungkapkan bahwa gagasan tersebut sejalan dengan harapan yang sebelumnya disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dalam forum Musrenbang, yang menekankan pentingnya konektivitas antarwilayah sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Konektivitas infrastruktur, khususnya jembatan penghubung Karawang–Bekasi melalui Muara Gembong, menjadi salah satu prioritas yang perlu kita kaji bersama. Harapannya, jalur ini dapat terintegrasi hingga ke Jakarta, sehingga membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa secara eksisting, sejumlah infrastruktur penghubung di wilayah perbatasan sebenarnya telah tersedia, mulai dari kawasan Tanjungpura hingga Pakisjaya. Beberapa titik bahkan telah memiliki jembatan penghubung, seperti jalur Pangkalan menuju Cariu, serta akses lain yang telah berfungsi meskipun masih memerlukan penguatan dan pengembangan lebih lanjut.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah titik strategis yang belum terbangun secara optimal dan membutuhkan perencanaan terpadu lintas daerah. Oleh karena itu, Ridwan Salam menegaskan pentingnya perumusan bersama berbasis kebutuhan riil masyarakat serta potensi kawasan.

“Kita akan coba telaah secara komprehensif dan merumuskan bersama prioritas pembangunan yang benar-benar berdampak. Koordinasi lanjutan akan kami lakukan, termasuk dengan Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, agar setiap rencana dapat terintegrasi dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, sinergi lintas wilayah bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut harmonisasi kebijakan, perencanaan ekonomi, hingga pelayanan publik yang saling mendukung. Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, diharapkan kesenjangan antarwilayah dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Forum Musrenbang ini pun menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi antar daerah terus diperkuat sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Melalui komunikasi yang intensif dan perencanaan yang terintegrasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi diharapkan mampu menjadi kawasan strategis yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga unggul dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan visi pembangunan yang terarah, sinergi lintas perbatasan ini diyakini akan menjadi katalisator penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah Jawa Barat, sekaligus memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours