Ergat Bustomy Ajak Seluruh Elemen Fokus Hadapi Banjir dan Dorong Pemda Bekasi Tangani Bencana Secara Menyeluruh

3 min read

Kabupaten Bekasi — Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi, Ergat Bustomy, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memusatkan perhatian dan kepedulian terhadap persoalan banjir yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi. Ia menegaskan bahwa banjir merupakan persoalan mendesak yang harus disikapi secara serius dan kolektif, sekaligus menjadi momentum untuk mendorong pemerintah daerah mengambil langkah penanggulangan bencana secara menyeluruh dan berkelanjutan. Jum’at (30/1/2026).

Menurut Ergat Bustomy, kondisi banjir yang kini dirasakan masyarakat tidak boleh dipandang sebagai kejadian biasa. Dampaknya telah menyentuh aspek keselamatan jiwa, kesehatan, dan kehidupan sosial warga. Bahkan, berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, banjir kali ini dilaporkan telah merenggut korban jiwa hingga tiga orang, sehingga membutuhkan respons yang lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi.

“Situasi ini menuntut kita semua untuk fokus. Masyarakat harus konsen menyikapi persoalan banjir, sementara pemerintah daerah didorong untuk hadir secara nyata dengan penanganan yang menyeluruh, bukan sekadar respons sesaat,” ujar Ergat.

Ia menekankan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting, tidak hanya dalam menyuarakan kritik, tetapi juga dalam mendorong pemerintah agar mengambil kebijakan yang tepat. Menurutnya, tekanan publik yang konstruktif dan berbasis kepedulian akan menjadi penguat bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah-langkah penanggulangan bencana yang komprehensif, mulai dari tahap darurat hingga pemulihan dan pencegahan jangka panjang.

Dalam konteks penanganan, Ergat Bustomy menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu menggerakkan seluruh perangkat dan instansi terkait, tidak hanya BPBD, agar bekerja secara terpadu. Penanggulangan banjir, kata dia, harus mencakup pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, seperti sandang, pangan, papan sementara, layanan kesehatan, serta ketersediaan obat-obatan, mengingat banjir berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

Lebih jauh, ia juga mempertanyakan kejelasan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam penanganan banjir. Menurutnya, BTT merupakan instrumen anggaran yang memang disiapkan untuk kondisi darurat dan harus digunakan secara transparan.

“Jika dalam kondisi kekeringan dana BTT dapat dicairkan, maka dalam situasi bencana banjir seperti sekarang, publik berhak mengetahui apakah dana tersebut sudah dicairkan atau belum. Jika sudah, pemerintah daerah Kabupaten Bekasi perlu mengumumkannya secara terbuka agar penanganan banjir dapat dipantau bersama,” tegasnya.

Selain penanganan darurat, Ergat Bustomy mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan identifikasi akar persoalan banjir secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix. Menurutnya, solusi jangka panjang hanya dapat terwujud apabila persoalan tata ruang, lingkungan, dan infrastruktur ditangani secara terencana dan berkelanjutan.

Menutup pernyataannya, Ergat Bustomy mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga fokus dan kepedulian terhadap persoalan banjir, sekaligus bersama-sama mendorong pemerintah daerah agar mengambil langkah penanggulangan bencana yang lebih serius, transparan, dan berpihak pada keselamatan masyarakat.

“Banjir ini adalah ujian bersama. Ketika masyarakat bersatu dan pemerintah hadir dengan kebijakan yang menyeluruh, maka keselamatan dan kesejahteraan warga Kabupaten Bekasi dapat benar-benar terlindungi,” pungkasnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours