DEPOK, SWARAJABAR.ID – Intensitas curah hujan yang mengguyur Kota Depok dan beberapa wilayah di Jabodetabek hari ini menyebabkan banjir di beberapa titik langganan banjir, bahkan longsor pun tak terhindarkan.
Seperti yang terjadi di Kp.Lio Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, khususnya disepanjang jalan Setu Rawa Besar Kp.Lio di RT04, 05 dan 06 RW 013 dari tahun ketahun menjadi langganan banjir. Bukan hanya rumah warga yang terdampak banjir, SDN Panmas 1, RA Annur, dan Mushola pun terkena imbas banjir, bahkan para pedagang UMK dipinggir Setu Rawa Besar Kp. Lio pun terpaksa tidak bisa berjualan.
Menyikapi banjir yang selalu datang saat musim hujan, apalagi dengan intensitas tinggi yang setiap saat sangat menghantui warga, Marwajie mewakili kepemudaan di Kp.Lio RW 013 mengatakan, beberapa hari ini Depok dilanda curah hujan yang cukup deras, dan pastinya Kp. Lio ini langganan banjir setiap kali turun hujan deras, sekarang inipun belum surut air banjirnya.
“Setiap hujan deras, yang terdampak banjir paling parah di RT04 dan 05 RW 013. Bahkan genangan banjir bisa berhari-hari belum surut,” ujar Marwajie, Jumat (23/01/2026) malam.
Wajie sapaan akrabnya, berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui dinas terkait bisa melirik, ngecek dan datang langsung kelokasi melihat bagaimana nasib kami warga Kp. Lio yang terdampak kebanjiran tak berkesudahan setiap hujan.
“Kami berharap Pemkot Depok bisa ngecek turun dan langsung kelokasi, jangan hanya duduk santai. Lakukan sebuah solusi agar kampung kami tidak lagi menjadi langganan banjir selama bertahun-tahun. Dan setahu saya ada Program Kotaku, cuma hingga saat ini belum terealisasi,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala Sekolah RA Annur, Mulyani juga menuturkan, akses gang menuju ke sekolahnya hingga kini masih tergenang air, meski begitu tidak menyurutkan untuk meliburkan sekolahnya, aktifitas belajar tetap berjalan, meski para siswanya harus memutar jalan jauh untuk menghindari genangan banjir.
“Pembelajaran harus berjalan terus meski akses jalan digenangi banjir. Pengajian sore dan malam pun berjalan seperti biasa. Dan pernah diliburkan saat sekolah kebanjiran, baru tahun ini banjir bisa masuk kerumah, padahal sebelum-sebelumnya enggak pernah air banjir masuk kerumah. Tolong Pemerintah segera carikan solusinya, karena setiap habis banjir muncul permasalahan baru, seperti gangguan kesehatan dan rapuhnya bangunan rumah karena sering kerendam banjir,” paparnya.
Warga Kp.Lio lainnya di RT05/013 mengungkapkan setiap hujan turun, apalagi deras, dirinya buru-buru merapihkan barang-barang rumah tangga dipindahkan ketempat yang lebih tinggi agar tak terendam banjir.
“Setiap turun hujan jadi deg-degan, apalagi hujannya deras, udah buru-buru mindahin barang-barang ketempat yang lebih tinggi, mau sampai kapan seperti ini Kp.Lio kebanjiran terus,” pungkasnya. (**)


+ There are no comments
Add yours