Kabupaten Bekasi — Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kabupaten Bekasi menggelar Gebyar Awal Tahun yang dirangkai dengan lomba tata rias pengantin dan hijab, sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun HARPI ke-38, di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Rabu (7/1/2026).

Ketua HARPI Melati Kabupaten Bekasi, Retno Rayung Wulan, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu kehormatan yang hadir, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Bekasi Ibu Nia Yuniawati, SKM, Plt Kepala Dinas DP3A Kabupaten Bekasi Ibu Titin, SH., M.Si, serta jajaran tokoh perempuan, organisasi profesi, para juri nasional, dan seluruh anggota HARPI.
“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena pada hari ini kita dapat berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelestarian budaya. Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi juga momentum penting untuk memperkenalkan dan menguatkan identitas budaya Kabupaten Bekasi,” ujar Retno.
Ia menegaskan, salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penampilan pengantin adat Bekasi yang telah dikemas secara inovatif. Menurutnya, selama lebih dari dua dekade berkiprah sebagai perias, masih minim masyarakat yang mengenal dan menggunakan adat pengantin khas Bekasi, akibat kurangnya sosialisasi dan publikasi.
“Hari ini kami ingin menunjukkan bahwa Bekasi memiliki pengantin adat yang tidak kalah indah, hasil perpaduan harmonis antara budaya Betawi dan kearifan lokal Bekasi. Ini adalah identitas kita yang harus dikenal luas,” jelasnya.
Retno pun mengajak seluruh tamu undangan dan masyarakat untuk aktif mendokumentasikan dan menyebarluaskan penampilan pengantin adat Bekasi melalui media sosial. Langkah ini dinilai penting agar budaya lokal tidak tergerus dan justru menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.
“Mari kita banggakan pengantin adat Bekasi. Jangan sampai kita sebagai warga Bekasi justru tidak mengenal budaya sendiri, sementara adat daerah lain lebih dulu populer di tanah kita,” tegasnya penuh semangat.
Acara berlangsung meriah, sarat edukasi, serta menjadi ruang inspiratif bagi para perias, pelaku UMKM, dan generasi muda untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Kegiatan ditutup dengan yel-yel khas HARPI Kabupaten Bekasi sebagai simbol kekompakan dan optimisme menyongsong masa depan yang lebih kreatif dan berbudaya.


+ There are no comments
Add yours