Rochman Tegaskan 2026 sebagai Tonggak Transformasi Pertanian Karawang yang Tangguh dan Berkelanjutan

2 min read

Karawang – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Rochman, menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat transformasi sektor pertanian menuju arah yang lebih tangguh, modern, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya sebagai refleksi akhir tahun sekaligus penegasan visi pembangunan pertanian Karawang ke depan.

Menurut Rochman, pertanian tidak lagi cukup diposisikan semata sebagai sektor tradisional, melainkan harus menjadi pilar utama ketahanan pangan dan penggerak kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani. Oleh karena itu, diperlukan kepemimpinan yang adaptif, kebijakan yang tepat sasaran, serta inovasi yang berkelanjutan.

“Pertanian Karawang harus bertransformasi. Tahun 2026 adalah titik penting untuk memperkuat daya tahan sektor ini melalui modernisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengelolaan yang lebih terintegrasi,” ujar Rochman.

Sepanjang tahun 2025, Rochman menilai sektor pertanian menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari perubahan iklim, dinamika harga sarana produksi, hingga tekanan alih fungsi lahan. Namun, melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya, stabilitas produksi pangan strategis tetap terjaga.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja nyata di lapangan, mulai dari penguatan sistem irigasi, pendampingan intensif kepada petani, hingga pemanfaatan teknologi pertanian secara bertahap dan terukur.

Memasuki tahun 2026, Rochman memaparkan sejumlah fokus utama pembangunan pertanian, di antaranya modernisasi alat dan mesin pertanian, peningkatan kapasitas dan kompetensi petani, serta penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Tak kalah penting, ia juga menaruh perhatian besar pada regenerasi petani, dengan mendorong keterlibatan generasi muda agar sektor pertanian memiliki masa depan yang berdaya saing.

“Pertanian harus menjadi sektor yang membanggakan dan menjanjikan, termasuk bagi anak-anak muda. Di sinilah peran pemerintah hadir, memastikan pertanian dikelola secara profesional dan bernilai ekonomi tinggi,” tegasnya.

Sebagai pimpinan perangkat daerah, Rochman juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan kesinambungan kebijakan agar pembangunan pertanian tidak bersifat seremonial, melainkan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.

Menutup pernyataannya, Rochman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga optimisme dan memperkuat kebersamaan dalam membangun pertanian Karawang yang mandiri dan berkelanjutan.

“Dengan kerja bersama, inovasi, dan visi yang jelas, saya yakin pertanian Karawang akan semakin kokoh sebagai penyangga pangan dan sumber kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours