Kolaborasi Pemuda, Masyarakat dan Dunia Usaha Atasi Gangguan Irigasi Cipayung – Jatibaru

Cikarang Timur, 7 Desember 2025 — Permasalahan gangguan sistem irigasi yang berdampak pada sektor pertanian di wilayah Kampung Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, mulai mendapatkan penanganan melalui langkah kolaboratif antara masyarakat, pemuda, dan dunia usaha.

 

Penanganan ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan para petani Kampung Jatibaru yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan air irigasi untuk lahan persawahan mereka. Keluhan tersebut disampaikan kepada Rudiyanto, tokoh pemuda Desa Jatibaru yang juga menjabat sebagai Pengurus Karang Taruna Kecamatan Cikarang Timur Bidang Lingkungan Hidup.

Berdasarkan hasil peninjauan awal, permasalahan utama bersumber dari tidak optimalnya fungsi bangunan pengatur debit air (bendungan) yang berada di Kampung Lilingir, Desa Cipayung. Kondisi tersebut memaksa para petani melakukan pembagian aliran air secara manual ke saluran tersier dengan menggunakan balok penyangga. Cara ini dinilai tidak efektif serta berpotensi menimbulkan kerusakan pada infrastruktur irigasi yang ada.

Merespons kondisi tersebut, Rudiyanto segera melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang Lingkungan Hidup Kecamatan Cikarang Timur, Aa Setiawan. Koordinasi ini bertujuan untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat, terukur, serta berkelanjutan guna menjamin distribusi air irigasi yang lebih optimal bagi para petani.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan survei lapangan bersama pihak perusahaan swasta yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan lingkungan. Survei tersebut meliputi pengukuran teknis di lokasi bendungan serta penyusunan desain tutup pengatur debit air irigasi yang disesuaikan dengan kondisi eksisting di lapangan.

Berdasarkan hasil pengukuran dan kajian teknis, pihak perusahaan menyatakan komitmennya untuk memproduksi sekaligus merealisasikan tutup pengatur air irigasi tersebut melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Langkah ini menjadi bentuk konkret kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan infrastruktur pertanian yang dibutuhkan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya peran serta masyarakat, khususnya di Desa Cipayung dan Desa Jatibaru, dalam menjaga dan memelihara sarana serta prasarana irigasi secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani di wilayah Cikarang Timur.

Upaya yang dilakukan Rudiyanto dinilai sebagai cerminan nyata peran aktif pemuda dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur vital di daerah. Hal ini sejalan dengan semangat Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan yang hadir sebagai pelopor solusi atas berbagai persoalan lingkungan dan sosial kemasyarakatan.

“Kolaborasi yang terbangun antara masyarakat dan dunia usaha ini patut diapresiasi. Inisiatif seperti inilah yang dibutuhkan dalam menjawab persoalan riil di lapangan, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Ke depan, diharapkan Karang Taruna Kecamatan Cikarang Timur di bawah kepemimpinan Jajang Nurjaya, S.E., dapat terus menjadi wadah aspiratif yang responsif dalam mengakomodasi keluhan serta kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Bagikan berita/artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *