Karawang – M. Zaenudin, warga Perumnas Bumi Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, menyampaikan surat terbuka kepada Bupati Karawang H. Aep Saepulloh, SE., berisi keresahan dan aspirasi warga terkait kondisi Gedung Olahraga (GOR) Sinema yang dinilai semakin memprihatinkan serta polemik penghentian pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sukaluyu.
Dalam surat terbukanya, Zaenudin menjelaskan bahwa warga Perumnas Bumi Telukjambe telah menghuni kawasan tersebut sejak tahun 1996. Selama hampir 30 tahun, mereka berharap fasilitas umum yang menjadi hak warga dapat difungsikan dan dirawat sebagaimana mestinya.
“Kami warga negara yang dilindungi UUD 1945. Kami hanya ingin fasilitas publik di lingkungan kami kembali hidup dan dapat dinikmati oleh generasi kami,” ujar Zaenudin.
GOR Sinema: Dari Harapan Besar Menjadi Bangunan Terbengkalai
Zaenudin menceritakan bahwa lahan fasilitas umum seluas 14.000 m² di Perumnas Bumi Telukjambe awalnya disiapkan untuk pembangunan Masjid Raya. Namun demi mendukung penyelenggaraan Porprov Jawa Barat 2006 dan pembinaan atlet bulutangkis Karawang, warga rela mengizinkan lahan tersebut dialihkan menjadi GOR.
Harapannya, GOR Sinema bisa menjadi pusat olahraga bulutangkis dan melahirkan atlet-atlet berbakat. Namun kenyataan yang terjadi justru jauh dari ekspektasi.
“GOR Sinema kini tidak ubahnya seperti bangunan kosong. Kumuh, tidak terawat, PDAM mati, cat memudar, sarang laba-laba di mana-mana, serta aktivitas olahraga hampir tidak pernah terlihat lagi,” tegas Zaenudin.
Ia juga menyoroti sejumlah komitmen pihak ketiga yang tidak terpenuhi, di antaranya:
Tidak ada pembinaan atlet bulutangkis,
Tidak adanya kantor untuk pengurus lingkungan,
Bantuan pembangunan Masjid Raya yang tidak pernah terealisasi,
Tidak adanya pemeliharaan gedung secara layak,
Dan pemanfaatan lahan yang dinilai tidak sesuai peruntukan.
Zaenudin menilai kondisi ini sudah masuk kategori wanprestasi dari pihak pengelola dan seharusnya menjadi perhatian serius Pemkab Karawang.
Pembangunan Gerai KDMP Dihentikan Mendadak, Warga Pertanyakan Sikap Pemkab
Kekecewaan warga makin memuncak ketika pembangunan Gerai KDMP Sukaluyu—yang sudah berjalan sejak Oktober hingga November 2025—tiba-tiba dihentikan. Padahal pengukuran ulang, pemasangan boplang, hingga pengiriman material telah dilakukan.
Zaenudin mengatakan penghentian tersebut terjadi hanya berdasarkan pesan WhatsApp dari dinas terkait, disertai hadirnya Satpol PP di lokasi.
“Kami sangat terkejut. Tidak ada penjelasan terbuka. Padahal gerai koperasi ini sangat diharapkan warga untuk menghidupkan kembali kawasan yang sudah lama terbengkalai,” ujarnya.
Menurutnya, sikap Pemkab ini membuat warga bertanya-tanya ada apa di balik penghentian proyek tersebut.
—
Permintaan Warga kepada Bupati Karawang
Melalui surat terbukanya, Zaenudin menyampaikan permohonan kepada Bupati Karawang agar sebagian lahan GOR Sinema seluas 1.000 m² dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Gerai KDMP beserta kantor pelayanan warga lainnya.
“Ini demi kepentingan warga Perumnas. Kami ingin lahan yang kumuh itu bisa kembali bermanfaat dan bukan digunakan untuk kepentingan selain warga,” tegasnya.
Zaenudin juga menegaskan bahwa warga siap melakukan aksi protes keras apabila lahan tersebut kembali disalahgunakan atau tidak jelas pengelolaannya.
—
Harapan untuk Karawang yang Lebih Baik
Di akhir penyampaiannya, Zaenudin menyerukan agar Bupati Karawang dapat mendengar dan hadir memberi solusi bagi masyarakat Perumnas Bumi Telukjambe.
“Kami cinta Karawang. Aspirasi ini murni demi kemajuan daerah dan masa depan generasi kami. Bukan untuk kepentingan pribadi siapapun,” pungkasnya.
Surat terbuka ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan fasilitas umum yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada warga, khususnya di kawasan yang sudah puluhan tahun berdiri namun masih menantikan kehadiran nyata pemerintah daerah.


+ There are no comments
Add yours