Gus Hasan: Hari Guru Nasional 2025 Momentum Menguatkan Ekosistem Pendidikan dan Menghormati Washilah Para Guru

3 min read

Bekasi – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKB, Gus Hasan, menyampaikan pesan penuh makna pada peringatan Hari Guru Nasional 2025. Ia menegaskan bahwa guru adalah pilar utama peradaban yang patut mendapatkan penghormatan tertinggi dari seluruh elemen bangsa.

Sebagai anggota Komisi IV—yang memiliki mitra kerja strategis dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Sosial, serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A)—Gus Hasan menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan ekosistem pendukung yang kuat untuk memastikan guru dapat menjalankan perannya dengan baik.

Guru sebagai Washilah Kesuksesan

Dan menghormati washilah para Guru

Dalam pesannya, Gus Hasan mengutip ungkapan sarat hikmah:

“Wakulluha yalzamu ba’dahu shilah ‘Ala dhomirin laiqin muaytamilah. Segala sesuatu ada washilahnya, dan sukses kita hari ini karena washilah guru.”

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi keilmuan, keberhasilan seorang murid tidak hadir begitu saja. Ada perantara kebaikan—washilah—yang menuntun dan membimbingnya, yaitu guru.
Karena itulah, guru harus mendapatkan tempat yang mulia dalam kehidupan sosial dan pembangunan nasional.

“Guru adalah pelita yang menerangi jalan panjang kehidupan. Apa pun pencapaian kita hari ini, semuanya berawal dari bimbingan seorang guru,” ujar Gus Hasan.

Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi: Pendidikan adalah Amanah Peradaban

Sebagai Ketua GP Ansor Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi, Gus Hasan menekankan pentingnya pendidikan karakter, moderasi beragama, dan pembentukan akhlak generasi muda. Dirinya menyatakan bahwa GP Ansor selalu menjunjung tinggi tradisi menghormati guru sebagai sumber ilmu dan barakah.

“Di Ansor, kami tidak hanya berbicara tentang pengetahuan, tetapi adab terhadap guru. Ini menjadi identitas perjuangan kami dalam membina generasi muda,” tegasnya.

Tantangan Pendidikan yang Harus Diselesaikan Bersama

Dengan cakupan tugas Komisi IV, Gus Hasan menyoroti sejumlah isu penting yang perlu menjadi perhatian semua pihak:

Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang merata

Kesejahteraan guru honorer dan tenaga pendidik

Layanan kesehatan yang ramah anak di lingkungan sekolah

Perlindungan anak dari kekerasan, perundungan, dan kekerasan seksual

Penyiapan tenaga kerja muda yang kompeten dan berdaya saing

Penguatan peran keluarga dan masyarakat melalui Dinsos dan DP3A

Menurutnya, seluruh sektor tersebut saling berkelindan dan sangat mempengaruhi kualitas pendidikan.

Komitmen PKB dan DPRD dalam Memperjuangkan Peran Guru

Gus Hasan menegaskan bahwa PKB adalah partai yang konsisten memperjuangkan nasib guru serta kemajuan pendidikan. Sebagai anggota DPRD, ia memastikan setiap kebijakan dan pembahasan anggaran di Komisi IV harus berpihak pada kepentingan pendidikan dan kesejahteraan guru.

“Saya berada di Komisi IV bukan hanya untuk duduk, tetapi untuk bekerja. Guru harus sejahtera, anak-anak harus terlindungi, dan sekolah harus didukung penuh oleh negara,” ujarnya.

Harapan di Hari Guru Nasional 2025

Di akhir pesannya, Gus Hasan menyampaikan doa dan penghargaan kepada seluruh guru di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bekasi.

“Selamat Hari Guru Nasional 2025. Semoga para guru selalu diberi kekuatan, kesehatan, dan keteguhan hati. Dan semoga kita semua tidak melupakan bahwa setiap kesuksesan lahir melalui washilah para pendidik yang tanpa lelah membimbing langkah kita.”

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours