Transformasi Pendidikan Nasional: Presiden Resmikan Program Digitalisasi Pembelajaran Sekolah

3 min read

Bekasi, Swarajabar.id— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Program Digitalisasi Pembelajaran Nasional di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Senin (17/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dan merata bagi seluruh anak bangsa, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).

Acara peluncuran berlangsung meriah dan diikuti secara hybrid oleh ribuan siswa dari 38 provinsi melalui konferensi video. Jajaran kementerian, pemerintah daerah, para guru, dan tamu undangan turut hadir dalam kegiatan yang diawali dengan laporan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai progres distribusi perangkat digital ke sekolah-sekolah.

172 Ribu Perangkat Telah Tersalurkan

Dalam laporannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa hingga malam sebelum peresmian, pemerintah telah mendistribusikan 172.550 perangkat panel interaktif digital (PID) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Sementara 43.022 perangkat lain sedang dalam proses pengiriman dan dipastikan tiba dalam waktu dekat.

Menteri menegaskan bahwa distribusi ini merupakan yang tercepat dalam sejarah pengadaan sarana pendidikan nasional. Ia bahkan menyampaikan secara langsung,
“Digitalisasi program yang keren, pendidikan maju, Indonesia cerdas.”

Program digitalisasi ini merupakan implementasi Instruksi Presiden tentang revitalisasi sarana pendidikan, sekaligus mempercepat transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

Prabowo: Pendidikan Adalah Investasi Masa Depan

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut program digitalisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.
“Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Kita tidak boleh membiarkan ada daerah yang tertinggal,” tegasnya.

Menurut Presiden, perangkat digital akan membuka akses pembelajaran yang setara bagi seluruh siswa melalui konten ajar interaktif, laboratorium maya, serta siaran pendidikan jarak jauh. Hal ini diyakini mampu menjembatani kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah.

Presiden juga menyatakan bahwa program ini merupakan bukti keberpihakan negara kepada rakyat untuk memastikan pemerataan akses pendidikan.

Testimoni dari Berbagai Daerah

Dalam sesi interaktif, Presiden menyapa sekolah-sekolah dari Banda Aceh, Binjai, Bangkalan, Bali, Banjarmasin, hingga Jayapura. Para guru memberikan kesaksian bahwa kehadiran panel interaktif meningkatkan minat belajar siswa.

Perwakilan SDN 50 Banda Aceh mengatakan,
“Dengan adanya PID, murid ingin belajar lagi dan lagi.”

Testimoni serupa disampaikan oleh sekolah-sekolah lain yang merasakan perubahan suasana belajar menjadi lebih menarik, aktif, dan mudah dipahami siswa.

Target Merata ke 288 Ribu Sekolah

Pemerintah menargetkan seluruh 288.865 sekolah penerima manfaat akan mendapatkan perangkat digitalisasi sebelum akhir tahun 2025. Namun Presiden menekankan bahwa kualitas tetap diutamakan.

“Kalau pun mundur satu atau dua minggu, jangan dijadikan masalah. Yang penting semuanya sampai dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Presiden.

Terintegrasi dengan Program Prioritas Lainnya

Selain perangkat digital, Presiden menyebut bahwa sekolah-sekolah juga telah merasakan dampak dari program prioritas lainnya seperti:

revitalisasi ruang kelas,

pembangunan toilet ramah difabel,

pemeriksaan kesehatan gratis,

dan makan bergizi gratis.

Presiden menegaskan bahwa seluruh program ini merupakan pendekatan komprehensif pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat.
Ia menambahkan bahwa tidak boleh ada satu pun warga negara yang tertinggal dari arus pembangunan.

Masa Depan Pendidikan Indonesia

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguasaan sains, teknologi, dan literasi digital bagi generasi muda Indonesia.
“Indonesia harus berani bermimpi besar. Kita ingin sekolah dengan fasilitas setara negara maju, dan itu hanya bisa dicapai jika kita terus bergerak bersama,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Presiden juga mengumumkan rencana penambahan satu juta panel interaktif digital pada tahun berikutnya, lengkap dengan penguatan konten edukasi interaktif, pelatihan guru, dan peningkatan jaringan internet sekolah.

Simbol Era Baru Pendidikan Digital

Acara ditutup dengan penekanan tombol digital oleh Presiden bersama siswa SMP Negeri 4 Kota Bekasi sebagai simbol dimulainya era baru pembelajaran digital nasional.

Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden memberikan pesan moral kepada seluruh siswa di Indonesia:
“Belajarlah dengan tekun, hormati gurumu, cintai orang tuamu, dan jagalah tanah airmu.”

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi oleh karakter, disiplin, dan semangat belajar generasi muda Indonesia.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours