Bupati Ade Kuswara Resmi Buka MTQH ke-57 Kabupaten Bekasi, Tegaskan Komitmen Religius dan Pembangunan Daerah

3 min read

BEKASI — Bupati Kabupaten Bekasi, H. Ade Kuswara Kunang, S.H., secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Ke-57 Kabupaten Bekasi tahun 2025 yang digelar di Gedung Swatantra Wibawamukti, Senin (17/11/2025). Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya MTQH sebagai ajang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter religius masyarakat Bekasi.

“Syukur alhamdulillah, hari ini kita diberikan kesehatan sehingga dapat hadir pada pembukaan MTQH ke-57. Mudah-mudahan kegiatan ini mendorong penguatan nilai–nilai keagamaan, khususnya kecintaan anak-anak kita terhadap Al-Qur’an, bukan hanya dalam membaca, tetapi juga mengamalkan perintah Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.

Pemkab Apresiasi Peserta MTQH dan Siapkan Dukungan Penuh

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan kafilah dari setiap kecamatan. Ia menegaskan pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, baik dari sisi pembinaan maupun penganggaran.

“Segala kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan kegiatan keagamaan, termasuk MTQ, akan menjadi perhatian dan prioritas pemerintah,” tegasnya.

Ia juga memohon maaf karena tidak dapat ikut serta dalam iring-iringan pawai pembukaan, yang telah diwakili oleh Wakil Bupati.

Kenaikan Honor Guru Ngaji dan Bantuan Sosial Keagamaan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memaparkan sejumlah kebijakan penguatan kesejahteraan pelaku pendidikan agama. Salah satunya adalah honor guru ngaji yang telah kembali dianggarkan pada tahun 2026.

“Kami telah menganggarkan honor guru ngaji sebesar Rp300.000 per orang per bulan. Ini bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji, kyai, dan ulama,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga tetap memberikan bantuan sosial kepada warga kurang mampu saat mengalami musibah kematian, program yang telah berjalan sejak kepemimpinan sebelumnya.

Bekasi Alami Pemotongan Dana Transfer Daerah

Bupati memaparkan bahwa Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan fiskal akibat adanya pemotongan dana transfer daerah dari pemerintah pusat di APBD 2026, sebesar lebih dari Rp600 miliar.

Dengan kondisi tersebut, Bupati meminta seluruh perangkat daerah—mulai dari TAPD, Dispenda, hingga para camat—untuk meningkatkan inovasi dalam menggali pendapatan asli daerah.

“Kita harus kreatif mencari sumber pendapatan tambahan, termasuk melalui revisi atau penambahan perda yang memberikan manfaat bagi daerah, serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah,” tegasnya.

Penyelesaian Persoalan Fasos-Fasum dan Sarana Ibadah

Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Bekasi menjadi satu-satunya daerah yang dipanggil oleh Komisi III DPR RI untuk membahas penyelesaian persoalan sarana dan prasarana ibadah serta fasos-fasum perumahan.

“Alhamdulillah, bersama Forkopimda, ketua DPRD, Polres, dan Kejaksaan, kami telah menyelesaikan berbagai kasus fasos-fasum, termasuk sarana ibadah. Ini menjadi atensi penting agar ke depan tidak terjadi persoalan serupa,” ujarnya.

Bupati juga meminta agar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dilibatkan secara intensif dalam penyelesaian persoalan sarana ibadah dan menjaga toleransi antar umat beragama di Kabupaten Bekasi.

Jumlah ASN Meningkat Jadi 25.592 Orang

Berdasarkan data BKPSDM, saat ini Kabupaten Bekasi memiliki 25.592 ASN, yang terdiri dari:

22.584 pegawai sebelumnya

Ditambah 3.058 pegawai yang baru saja dilantik melalui seleksi PPPK

Total belanja pegawai diperkirakan mencapai 50% dari APBD, seiring meningkatnya jumlah ASN

Bupati menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas.

“ASN itu petugas rakyat, bukan petugas partai. Pelayanan harus membuat masyarakat merasa bahagia,” tegasnya.

Komitmen Normalisasi Sungai dan Kebersihan Lingkungan

Dalam pidatonya, Bupati kembali menegaskan komitmen pemerintah terhadap penataan lingkungan, termasuk normalisasi sungai dan penertiban bangunan liar.

“Bekasi tidak punya gunung, yang kita punya adalah laut dan sungai. Jika kita jaga airnya, Insyaallah Bekasi akan bangkit, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para siswa dan masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Penutup

Mengakhiri sambutannya, Bupati Ade Kuswara menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam acara dan pelayanan panitia.

“Semoga lantunan ayat suci Al-Qur’an di MTQH ke-57 ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Bekasi. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutupnya.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours