Ketum AOB Hadiri Penutupan TMMD ke-126: Wujud Nyata Nasionalisme dan Keteladanan Putra Daerah Bekasi

3 min read

Bekasi — Semangat kebersamaan, gotong royong, dan cinta tanah air kembali tergambar nyata di Kabupaten Bekasi. Hal itu terlihat saat pelaksanaan penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 yang digelar di Lapangan Desa Nagasari, Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi, Kamis (6/11/2025).

Acara yang dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi itu turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen ormas, termasuk Aliansi Ormas Bekasi (AOB) yang diketuai oleh H. Zaenal Abidin, S.E.

Kehadiran AOB dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara masyarakat sipil dan aparat pertahanan negara dalam membangun daerah, memperkokoh rasa persatuan, serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme di tengah masyarakat.

Ketum AOB Tunjukkan Keteladanan di Tengah Masyarakat

Dalam kesempatan itu, H. Zaenal Abidin, S.E. tampil sebagai sosok yang karismatik dan berwibawa. Dengan sikap tenang namun tegas, ia menunjukkan kepribadian seorang pemimpin yang tidak hanya memahami makna nasionalisme secara teoritis, tetapi juga mengamalkannya dalam tindakan nyata.

Menurut H. Zaenal, kehadiran Aliansi Ormas Bekasi dalam kegiatan TMMD adalah bentuk dukungan moral kepada TNI dan pemerintah daerah yang terus berupaya menghadirkan pembangunan yang menyentuh masyarakat akar rumput.

> “Kami hadir bukan hanya untuk menyaksikan, tetapi untuk ikut menguatkan semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah, dan rakyat. Inilah wujud nyata cinta tanah air yang sesungguhnya,” ujar H. Zaenal dengan nada penuh keyakinan.

Sikapnya yang mengayomi, komunikatif, dan berjiwa sosial tinggi telah menjadikan H. Zaenal Abidin figur teladan bagi banyak kalangan, terutama generasi muda Bekasi yang haus akan sosok pemimpin berintegritas dan berjiwa nasionalis.

TMMD, Bukti Nyata Sinergi Membangun Negeri

Dalam sambutannya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antarwarga, TNI, dan pemerintah daerah.

Program TMMD ke-126 kali ini telah berhasil membuka akses jalan desa, membangun sarana sosial, serta melaksanakan kegiatan non-fisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan dan peningkatan kesadaran hukum.

H. Zaenal pun mengapresiasi langkah TNI dan Pemkab Bekasi tersebut. Ia menilai TMMD menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya bisa dilakukan dari kantor pemerintahan, tetapi juga dari lapangan — dengan semangat gotong royong yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.

> “Inilah Indonesia yang kita cintai. Ketika rakyat, pemerintah, dan TNI bergandengan tangan, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi bersama,” ucapnya penuh semangat.

Sosok Nasionalis yang Rendah Hati

Bagi masyarakat Bekasi, nama H. Zaenal Abidin, S.E. bukanlah hal baru. Dikenal luas sebagai tokoh ormas yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan, ia kerap turun langsung ke masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, dan mengedepankan dialog sebagai jalan penyelesaian persoalan sosial.

Kharismanya tidak hanya lahir dari tutur kata yang santun, tetapi juga dari sikapnya yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai persatuan dan keadilan sosial. Ia diyakini sebagai sosok yang mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sipil dengan penuh keseimbangan.

“Menjadi nasionalis bukan hanya bicara soal bendera dan lagu kebangsaan, tetapi tentang kesetiaan kepada bangsa, kesediaan berbuat untuk rakyat, dan keberanian menjaga persatuan,” tegas H. Zaenal menutup pernyataannya.

Makna TMMD bagi Bekasi dan Bangsa

Penutupan TMMD ke-126 bukan hanya penanda berakhirnya sebuah program pembangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong. Dengan hadirnya figur seperti H. Zaenal Abidin di tengah masyarakat, semangat cinta tanah air itu terasa semakin hidup dan membumi.

Dari lapangan Desa Nagasari, pesan moral yang mengalir jelas: pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun jiwa bangsa. Dan di antara banyak tokoh yang hadir, sosok H. Zaenal Abidin, S.E. berdiri tegap sebagai contoh nyata bahwa nasionalisme bukan slogan, melainkan pengabdian yang terus hidup di setiap langkah.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours