BEKASI – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali menunjukkan warna perjuangannya sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU). Melalui Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bekasi, partai bernuansa hijau ini mendorong agar pemerintah daerah menambah kuota penerima insentif bagi guru ngaji, marbot masjid, imam, dan amil jenazah pada tahun anggaran 2026.
Bagi PKB, perjuangan untuk umat bukan sekadar slogan. Di tengah pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2026, PKB menegaskan bahwa kesejahteraan para pejuang dakwah dan pelayan masjid harus menjadi perhatian utama.
> “Para guru ngaji dan marbot ini adalah penjaga moral masyarakat, mereka bekerja tanpa pamrih. Maka sudah seharusnya pemerintah hadir memberi penghargaan yang layak,” ujar juru bicara Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bekasi.
Menurut data yang disampaikan, saat ini jumlah penerima insentif baru sekitar 2.400 orang, sementara kebutuhan riil mencapai lebih dari 4.400 orang. Artinya, masih banyak pengabdi di bidang keagamaan yang belum tersentuh program bantuan. Karena itu, PKB mendorong agar kuota penerima diperluas sekaligus memastikan penyalurannya tepat sasaran melalui verifikasi penyuluh KUA di tiap kecamatan.
Fraksi PKB juga menyoroti besaran insentif yang dinilai masih terlalu kecil, yakni sekitar Rp300 ribu per bulan. Bagi mereka, angka itu belum sebanding dengan jasa besar para guru ngaji dan marbot yang setiap hari menjadi ujung tombak pembinaan keagamaan di kampung-kampung.
Tak hanya fokus pada insentif, Fraksi PKB juga mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak mengabaikan keberlangsungan pesantren. Meskipun anggaran hibah untuk pesantren pada 2026 berkurang dari Rp3 miliar menjadi Rp2 miliar, PKB menekankan agar dana yang tersedia benar-benar disalurkan ke lembaga pendidikan Islam yang memiliki kontribusi nyata dalam mencetak generasi berakhlak.
> “PKB konsisten memperjuangkan program yang berpihak kepada umat. Kami ingin kebijakan daerah benar-benar berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan, sebagaimana diajarkan para kiai Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Langkah politik PKB ini menjadi bukti bahwa perjuangan partai bukan hanya di ruang rapat atau mimbar kampanye, melainkan hadir langsung dalam bentuk kebijakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat bawah.
Dengan dorongan ini, PKB sekali lagi menegaskan jati dirinya sebagai partai Nahdliyin yang membela umat, mengangkat marwah para pejuang agama, dan memastikan pemerintah hadir di tengah mereka yang berkhidmat tanpa pamrih.


+ There are no comments
Add yours