Kabupaten Bekasi – Ketokohan dan figur H. Apud Syaepudin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum FKWB (Forum Komunikasi Warga Bekasi) sekaligus Ketua WJI/WBI (Warga Bumiputera Indonesia), semakin mengokohkan dirinya sebagai salah satu tokoh masyarakat paling berpengaruh dan dituakan di Kabupaten Bekasi. Sebagai sosok sentral dalam dunia Ormas/LSM atau NGO (Non Government Organisation), kiprah beliau bukan hanya terlihat dari keberhasilan memimpin organisasi, tetapi juga dari sikap santun dan rendah hati yang selalu menjadi ciri khasnya.
Berbagai momentum dan prestasi telah ia torehkan, sehingga menempatkannya sebagai figur yang disegani lintas elemen masyarakat. Bahkan, di saat Kabupaten Bekasi membutuhkan suasana kondusif pada akhir Agustus hingga menjelang September 2025 lalu, H. Apud Syaepudin bersama H. Enjum El Dabo, seorang pengusaha sukses asal Kabupaten Bekasi, tampil sebagai motor penggerak yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian dan stabilitas daerah.

Kebesaran nama H. Apud Syaepudin juga semakin tercermin dari silaturahmi yang dilakukan dua ormas/LSM ternama yang sedang hangat dibicarakan di Kabupaten Bekasi, yakni LSM HARIMAU dan LSM BARAK Indonesia. Dalam dua hari berturut-turut, kedua organisasi ini datang khusus untuk melakukan konsolidasi dan meminta arahan dari beliau. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa ketokohannya telah diakui secara luas oleh berbagai kalangan, baik dari unsur masyarakat sipil, tokoh pemuda, maupun para pemimpin organisasi.

Namun, di balik semua itu, kerendahan hati seorang H. Apud Syaepudin tetap terlihat jelas. Ia selalu menanggapi berbagai pujian dengan penuh kesahajaan.
> “Apa yang saya lakukan ini semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Bekasi. Bukan untuk pribadi, bukan pula untuk mencari kedudukan. Semua ini adalah tanggung jawab moral kita bersama sebagai bagian dari warga Bekasi,” ungkapnya dengan nada tulus.
Ucapan sederhana itu mencerminkan betapa dirinya tidak pernah ingin menjadikan ketokohannya sebagai beban untuk dipuji, melainkan sebagai amanah yang harus dijalankan. Baginya, kepemimpinan bukan soal popularitas, tetapi soal pengabdian.
Tidak heran bila hari ini nama H. Apud Syaepudin kian bersinar sebagai figur sentral yang menjadi rujukan berbagai organisasi dan tokoh masyarakat. Tetapi yang lebih penting, ia tetap memegang teguh nilai kesantunan, rendah hati, dan keberpihakan pada rakyat — menjadikannya pribadi yang dituakan, dihormati, dan dicintai masyarakat Kabupaten Bekasi.
WJI “Bergerak Maju Menang”
WBI “Indonesia Untuk Bangsa Indonesia”
Kabupaten Bekasi “Bangkit Maju Sejahtera”.

