Ngopi Bareng Kamtibmas, Jembatan Komunikasi Polisi dan Warga untuk Bekasi yang Aman dan Kondusif

2 min read

BEKASI – Program Ngopi Bareng Kamtibmas yang telah lama digulirkan Polres Metro Kabupaten Bekasi kembali menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Kegiatan ini terbukti efektif menjadi wadah komunikasi langsung antara masyarakat dan aparat kepolisian untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, tenteram, dan kondusif di wilayah hukum Polres Metro Kabupaten Bekasi.

KH Ahmad Khoiriri, Pembina Forum Komunikasi Mushola & Masjid Cikarang Raya (FKMMC) se-Kabupaten Bekasi, menilai program ini sebagai langkah tepat untuk mempererat hubungan emosional antara masyarakat dan polisi.
“Dengan adanya Ngopi Kamtibmas, komunikasi antara warga dan pihak kepolisian jadi semakin dekat. Ini penting agar setiap masalah yang terjadi di lingkungan bisa segera disampaikan dan dicarikan solusinya,” ungkap KH Ahmad Khoiriri.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Kapolres Metro Kabupaten Bekasi yang tidak segan hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Kami berterima kasih atas dukungan Kapolres yang turun langsung mendengarkan keluhan dan aspirasi warga, khususnya di wilayah Cikarang Selatan. Ini membuktikan komitmen kepolisian untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kompol Rasyid, Kasat Binmas Polres Metro Kabupaten Bekasi, mengakui bahwa personel kepolisian yang tersedia memang terbatas. Namun, melalui program Ngopi Kamtibmas, ia berkomitmen memaksimalkan koordinasi internal agar setiap anggota dapat lebih banyak berkomunikasi dengan warga.
“Kami akan memanfaatkan program ini sebaik mungkin untuk menyerap aspirasi, mendengar langsung informasi dari masyarakat, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Dengan keterlibatan warga, kondisi kamtibmas di Kabupaten Bekasi akan semakin kondusif,” tegas Kompol Rasyid.

Program Ngopi Bareng Kamtibmas sendiri bukan hanya sekadar temu santai sambil minum kopi. Di balik kesederhanaannya, kegiatan ini memiliki fungsi strategis, di antaranya:

1. Meningkatkan Kedekatan Polisi dan Masyarakat – Menghapus jarak antara aparat penegak hukum dan warga, sehingga kepercayaan publik terhadap kepolisian semakin kuat.

2. Menjadi Wadah Aspirasi dan Informasi – Memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan, masukan, serta informasi penting terkait keamanan lingkungan.

3. Pencegahan Dini Gangguan Kamtibmas – Informasi langsung dari warga membantu kepolisian bertindak cepat sebelum masalah berkembang menjadi gangguan serius.

4. Meningkatkan Edukasi Masyarakat – Memberikan pemahaman tentang hukum, ketertiban, dan cara menjaga keamanan lingkungan bersama.

Dengan pendekatan yang lebih humanis dan partisipatif, Ngopi Bareng Kamtibmas diharapkan terus menjadi jembatan komunikasi yang efektif, memperkuat sinergi antara polisi dan masyarakat. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours