Dalam Diskusi Publik “Erick Heryawan” Tegaskan Peran Pemuda Masjid Untuk Karawang Lebih Baik

2 min read

KARAWANG – Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Dewasena Cafe & Resto Karawang, Jum’at (12/9/2025) siang. Diskusi Publik bertajuk “Masjid Sebagai Pusat Peradaban: Revitalisasi Peran Remaja Masjid Dalam Pembangunan Karawang Maju” menghadirkan berbagai tokoh penting: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Kang Pipik H. Taufik Ismail, S.Sos, Anggota DPRD Kabupaten Karawang H. Erick Heryawan, S.E, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karawang, Kasat Binmas Polres Karawang, serta perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat dan DMI Karawang.

Acara ini menjadi wadah untuk menginspirasi para remaja masjid agar lebih aktif memakmurkan rumah ibadah dan berperan dalam pembangunan sosial di Karawang.

Dalam sambutannya, H. Erick Heryawan—yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina PRIMA DMI Kabupaten Karawang—mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme para pemuda.

“Alhamdulillah, hari ini adalah hari yang membahagiakan. Para remaja masjid harus bersyukur karena tidak semua pemuda diberi anugerah rasa cinta kepada masjid. Ini adalah kepercayaan mulia yang harus dijaga dan dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Erick menekankan bahwa PRIMA DMI (Perhimpunan Remaja Masjid Indonesia) adalah wadah yang lahir dari kecintaan terhadap masjid. Ia menitipkan harapan besar agar remaja Karawang mendapat pembinaan yang baik demi kemajuan daerah.

“Dengan PRIMA DMI, saya titip seluruh remaja masjid di Karawang. Bina mereka, dukung kreativitas mereka, dan jadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat peradaban yang melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan Karawang,” tambahnya.

Menurutnya, diskusi publik semacam ini perlu menjadi agenda rutin. Menghadirkan tokoh-tokoh Karawang untuk berdialog dan mencari solusi bersama akan memperkuat persatuan serta mempercepat kemajuan daerah.

 

“Selamat berdiskusi. Semoga lahir program-program yang terukur, bermanfaat, dan inovatif untuk Karawang yang lebih maju dan religius,” tutup Erick.

Diskusi ini juga memunculkan komitmen lintas elemen—pemerintah, DPRD, kepolisian, Kemenag, dan DMI—untuk terus mendorong partisipasi remaja masjid. Para peserta sepakat bahwa masjid harus menjadi pusat kegiatan positif, tempat pembinaan karakter, dan wadah pemberdayaan sosial bagi generasi muda.

Diskusi publik ini bukan hanya ajang bertukar gagasan, tetapi juga pemantik semangat bahwa pemuda Karawang adalah kunci kemajuan. Dengan cinta masjid dan kerja nyata, mereka diyakini mampu melahirkan program sosial, pendidikan, dan keagamaan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours