Bogor – Ketua LSM BARAK INDONESIA Marcab Kabupaten Bogor, Zulfa Rahmania, menegaskan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi di tengah situasi sosial politik yang kian dinamis. Baginya, cinta tanah air tidak cukup hanya dengan retorika, tetapi diwujudkan melalui sikap dewasa, santun, dan damai dalam menyampaikan aspirasi.

“Sesuai instruksi Ketua Umum LSM BARAK INDONESIA, kami di setiap wilayah jangan sampai terkontaminasi, terprovokasi, dan terbawa isu yang sedang ramai saat ini,” tegas Zulfa.
Sebagai ketua di Kabupaten Bogor, Zulfa secara khusus mengimbau seluruh anggota LSM BARAK INDONESIA untuk tetap fokus menjalankan peran sosial kontrol dengan cara yang bermartabat.

“Saya menghimbau kepada seluruh anggota agar tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi,” katanya.
Menurut Zulfa, menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara, namun harus dijalankan dengan cara yang benar, tanpa mencederai ketertiban umum.
“Cara menyampaikan pendapat di muka umum memang hak setiap rakyat Indonesia, tapi jangan sampai dikotori oleh tindakan di luar batas. Kami di LSM BARAK INDONESIA Marcab Kabupaten Bogor sering menyampaikan aspirasi langsung kepada Bupati, DPRD, maupun dinas-dinas. Caranya melalui audiensi, bukan aksi unjuk rasa,” jelasnya.
Zulfa menegaskan, sikap itu bisa ditempuh karena Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudi Susmanto telah membuktikan diri sebagai pemimpin yang terbuka, responsif, dan komunikatif terhadap aspirasi masyarakat.
“Saya kira Kabupaten Bogor yang dipimpin Bapak Bupati Rudi Susmanto saat ini sangat terbuka dengan aspirasi yang kami sampaikan. Jadi tidak perlu repot melakukan aksi unjuk rasa, kecuali jika aspirasi kami benar-benar tidak diterima. Tapi sejauh ini pemerintah daerah sangat welcome,” ungkap Zulfa.
Kondusifitas Bogor, lanjut Zulfa, merupakan buah dari kepemimpinan Rudi Susmanto yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat, menjaga komunikasi dengan semua pihak, dan tetap membuka ruang dialog tanpa sekat.
“Sejauh ini, hubungan masyarakat dengan pemerintah daerah berjalan sangat baik. Itu menjadi bukti nyata bahwa aspirasi rakyat tidak harus disalurkan dengan cara-cara keras, melainkan bisa melalui jalur dialog yang damai,” pungkasnya.
Sikap tegas Zulfa Rahmania ini sekaligus menunjukkan bahwa kecintaan pada tanah air tidak hanya berbicara soal keberanian menyuarakan kritik, tetapi juga bagaimana menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah. Ia menegaskan, keberhasilan pemerintah daerah menjaga situasi tetap aman dan damai harus disertai dengan sikap masyarakat yang dewasa dalam menyampaikan aspirasi.
