Bekasi – Setelah pesan penting Presiden RI H. Prabowo Subianto tentang pentingnya menjaga kesehatan disampaikan dalam Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Desa Sukaresmi, Kabupaten Bekasi, giliran Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Hj. Putih Sari, M.M, memberikan pemahaman yang lebih teknis sekaligus motivatif kepada masyarakat mengenai tata kelola pelayanan kesehatan dan pola hidup sehat.

Dalam kegiatan yang menghadirkan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi tersebut, Putih Sari menekankan bahwa masyarakat kini memiliki banyak pilihan fasilitas kesehatan, mulai dari tingkat pertama (puskesmas/klinik) hingga rumah sakit daerah maupun swasta. Sistem rujukan yang diterapkan melalui BPJS Kesehatan, menurutnya, dirancang agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang tepat sesuai kebutuhan.

“Kalau sakit ringan cukup di puskesmas atau klinik. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, ada rumah sakit rujukan, baik swasta maupun RSUD Cibitung yang terus mendapat dukungan pemerintah pusat,” jelas Putih Sari.

Ia mengingatkan, sebaiknya kartu BPJS tidak perlu sering dipakai karena masyarakat menjaga kesehatan dengan baik. Apalagi saat ini ada program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, yakni cek kesehatan gratis untuk semua lapisan masyarakat. Program ini memungkinkan deteksi dini kondisi kesehatan, sehingga penyakit dapat dicegah sebelum berkembang menjadi lebih parah.
—
Program Kesehatan Sejak Usia Sekolah
Putih Sari menjelaskan, program kesehatan tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Pada bulan Agustus ini, puskesmas di Kabupaten Bekasi mulai melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk anak sekolah, termasuk imunisasi dasar. Langkah ini penting untuk memantau tumbuh kembang generasi muda sekaligus mencegah risiko stunting dan penyakit menular.
> “Program ini berlaku untuk semua umur. Dengan pemeriksaan rutin, pemerintah bisa memetakan kondisi kesehatan masyarakat dengan lebih terukur dan tepat sasaran,” tambahnya.
—
Gerakan Hidup Sehat Harus Jadi Kebiasaan
Meski berbagai program pemerintah hadir, Putih Sari menekankan bahwa kunci utama tetap ada pada kesadaran masyarakat. GERMAS harus dijadikan gaya hidup sehari-hari—mulai dari rutin mengonsumsi buah dan sayur, menjaga asupan protein, berolahraga, hingga menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan narkoba.
Ia secara khusus menyoroti bahaya asap rokok yang bukan hanya merusak kesehatan perokok, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.
> “Mari jadi masyarakat yang tidak merugikan diri sendiri, orang lain, apalagi anak-anak kita dengan berhenti merokok atau minimal tidak merokok di dekat mereka,” tegas Putih Sari.
—
Menuju Indonesia Sehat dan Indonesia Emas
Pesan yang dibawa dalam kegiatan ini jelas: kesehatan bukan sekadar urusan pribadi, melainkan investasi bangsa. Dengan tubuh yang sehat, masyarakat bisa bekerja, beribadah, belajar, dan berkontribusi bagi pembangunan.
Putih Sari menutup pesannya dengan ajakan penuh inspirasi:
> “Mari kita jaga kesehatan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat untuk mewujudkan Indonesia Sehat, Indonesia Maju, dan Indonesia Emas di masa yang akan datang, seperti yang dicita-citakan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto.”
Acara sosialisasi ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi warga Sukaresmi yang hadir. Banyak peserta menyatakan termotivasi untuk lebih disiplin menjaga kesehatan, baik secara pribadi maupun bersama keluarga.
