PT FCC Indonesia Diduga Rekrut Pekerja dari Luar Karawang, Tokoh Ring 1 Meledak: “Manajemen Harus Dievaluasi Total, Ini Pengkhianatan terhadap Masyarakat Lokal!”

3 min read

H. Ranzes Iman Sudirman Desak Sidak Total & RDP Warga Desa Wadas

Karawang – 22 Juli 2025

Badai protes dari masyarakat lokal kembali mengguncang dunia industri Karawang. Kali ini, tudingan tajam mengarah kepada PT FCC Indonesia, yang diduga melakukan proses rekrutmen tenaga kerja secara resmi di luar wilayah Kabupaten Karawang, padahal perusahaan ini berdiri megah di jantung kawasan industri Karawang dan dikelilingi ribuan pengangguran dari kalangan warga lokal.

Tokoh masyarakat Desa Wadas, yang merupakan lingkungan Ring 1 langsung dari operasional PT FCC Indonesia, H. Ranzes Iman Sudirman, mengaku murka dan merasa dikhianati oleh kebijakan manajemen perusahaan tersebut. Ia menyebut bahwa jika informasi ini benar, maka itu adalah tamparan keras bagi rasa keadilan sosial masyarakat Karawang, khususnya warga yang hidup berdampingan dengan dampak langsung dari aktivitas industri berat.

> “Jika benar PT FCC Indonesia merekrut pekerja dari luar Karawang, saya desak agar oknum manajemen yang membuat kebijakan ini segera dievaluasi total! Ini bentuk pengkhianatan yang tidak bisa ditoleransi!” tegas H. Ranzes dalam pernyataan emosionalnya.

Tuntutan Tegas: Evakuasi Manajemen & Teguran untuk Disnaker

Dalam pernyataan kerasnya, H. Ranzes juga menyayangkan lemahnya pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karawang, yang seolah abai terhadap praktik rekrutmen yang tidak berpihak kepada warga lokal. Ia meminta agar Bupati Karawang mengambil langkah tegas:

> “Jika ini benar terjadi, Pemkab Karawang harus memberi pelajaran tegas pada Disnaker. Jangan jadi instansi formalitas yang hanya pintar membuat seminar tapi tak paham denyut penderitaan rakyatnya!”

Desa Wadas Bersiap Bergerak: Sidak dan RDP dengan Perusahaan

Sebagai bentuk protes awal yang sah dan terorganisir, H. Ranzes menyatakan bahwa warga Desa Wadas akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT FCC Indonesia. Selain itu, mereka juga menuntut Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pihak perusahaan dan perwakilan warga.

> “Kami bukan boneka yang bisa diabaikan. Desa Wadas bukan ladang polusi industri saja—ini rumah kami, ini tanah kami, dan ini hak kami! Kami akan datang, duduk, dan minta pertanggungjawaban secara langsung dari manajemen!” ujar H. Ranzes dengan suara bergetar.

Keadilan Sosial Tak Bisa Ditawar

Situasi ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam menegakkan keadilan sosial, ketika perusahaan multinasional dapat beroperasi di wilayah tertentu tanpa memberi manfaat signifikan bagi warga lokal. Di tengah tingginya angka pengangguran di Karawang, praktik rekrutmen luar daerah oleh perusahaan yang berlokasi di Karawang bukan hanya tindakan diskriminatif, tapi bisa memicu konflik sosial jangka panjang.

> “Kalau perusahaan di Karawang justru menghidupi warga luar, lalu untuk apa kami disuruh berkorban? Apa fungsinya AMDAL sosial? Di mana tanggung jawab moral, sosial dan legal mereka?” tanya H. Ranzes dengan lantang.

Panggilan Keadilan dari Warga Ring 1

Seruan dari H. Ranzes Iman Sudirman bukan sekadar keluhan, tapi panggilan moral dan seruan keadilan. Ia meminta dukungan seluruh masyarakat Karawang, media lokal, aktivis buruh, dan elemen mahasiswa untuk ikut mengawal isu ini secara serius, bukan sekadar sensasi sesaat.

> “Jangan biarkan rakyat jadi tameng yang hanya digunakan saat butuh. Saatnya rakyat Karawang bangkit. Jangan diam, jangan takut!”

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author