Pecah Kongsi di Jaringan Tramadol Cikarang, FORTAL Bongkar Konflik Antar Bandar Lokal

3 min read

Investigasi FORTAL: jaringan retak dari dalam, mulai saling tuding dan saling jebak. “Bocornya informasi sebesar ini, siapa lagi yang membocorkan kalau bukan dari dalam?”

KABUPATEN BEKASI –
Di balik peredaran Tramadol yang semakin mengganas di Cikarang, terselip dinamika internal yang mengejutkan. Investigasi terbaru Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL) mengungkap bukan hanya besarnya peredaran—lebih dari 1 juta butir Tramadol di dua kampung—tetapi juga keretakan di dalam jaringan pengedar itu sendiri.

Ketua Umum FORTAL, Kang Edo, menyebut konflik antar bandar dan pengedar lokal kini memasuki fase saling curiga, saling ancam, dan bahkan saling buka informasi satu sama lain kepada pihak luar.

> “Bocornya informasi sebesar ini ke publik adalah tanda paling jelas. Siapa lagi yang bisa membocorkannya, kalau bukan orang dalam? Ini bukti bahwa mereka sedang tidak solid. Mereka panik, saling tuduh, dan saling menjebak,” tegas Edo kepada Swarajabar.id, Sabtu (22/6/2025).

Retaknya Kepercayaan Antar Jaringan

FORTAL menemukan, sejak munculnya kekhawatiran bahwa aparat telah mengantongi data lengkap jaringan, para pelaku mulai menutup komunikasi satu sama lain. Bahkan beberapa bandar lokal disebut menahan pasokan kepada pengedar yang dicurigai sebagai informan, dan sebaliknya, pengedar juga mulai menyembunyikan data transaksi.

“Sudah ada tanda-tanda pengkhianatan. Beberapa pelaku merasa dilacak, ada yang mulai pindah rumah, bahkan kabarnya salah satu nama besar sudah keluar kota,” ungkap narasumber investigatif FORTAL.

Ini Saatnya Negara Bertindak

Bocornya data, munculnya saling curiga, dan memburuknya koordinasi antar pelaku adalah celah emas bagi aparat penegak hukum untuk masuk dan membongkar jaringan. Dalam dunia jaringan kriminal, keretakan internal hampir selalu jadi pemicu kehancuran sistem.

> “Kalau negara diam, justru para pelaku yang akan saling menghabisi. Tapi kalau negara masuk sekarang, pelaku bisa jadi saling membuka—asal dijamin keselamatannya,” tambah Edo.

FORTAL menyatakan telah mengantongi daftar nama pengedar dan bandar lokal aktif, antara lain: CL, Ed, Br, Tg, Md, Am, Ay, NA dan B.

Ancaman Bagi Masyarakat: Salah Target & Kekerasan Jalanan

FORTAL memperingatkan bahwa dalam kondisi jaringan yang tidak stabil, warga sipil rentan dijadikan kambing hitam atau sasaran intimidasi. Apalagi jika warga pernah dianggap dekat dengan penggiat anti-narkoba atau memberi informasi ke pihak luar.

“Kalau pelaku merasa informasi bocor, mereka bisa main tuduh. Bisa jadi tetangga, teman, atau bahkan anggota keluarga yang dituduh jadi ‘pengkhianat’. Ini berbahaya dan harus dicegah,” ujar Pria Berkacamata Asal Rengasbandung tersebut.

Kesimpulan: Ini Bukan Sekadar Laporan

Apa yang sedang terjadi bukan hanya tentang peredaran obat ilegal. Ini adalah kisah keruntuhan moral dan hukum di tengah kota industri. Dan sekarang, dengan retaknya solidaritas antar pelaku, adalah momen krusial bagi negara untuk membongkar semuanya sebelum darah tertumpah.

Swarajabar.id mengajak seluruh aparat penegak hukum untuk tidak hanya bertindak cepat, tapi juga bertindak tegas dan cerdas. Karena ketika informasi sebesar ini bocor dari dalam, itu berarti sistem di bawah sudah siap runtuh—tinggal tunggu siapa yang menjatuhkannya lebih dulu: aparat, atau sesama pelaku.

Laporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang atau jalur resmi FORTAL. Kerahasiaan dan perlindungan hukum Anda dijamin penuh oleh UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Salam FORTAL ; “Salam Edan Untuk Kewarasan Bertindak Diluar Batas Nalar Tegak Lurus Selamatkan Masa Depan Generasi Muda”.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author