KABUPATEN TANGERANG —
Tepat setiap 1 Juli, Kepolisian Republik Indonesia memperingati Hari Bhayangkara sebagai momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang institusi penegak hukum ini. Sejak ditetapkan pada 1954, Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang kontemplasi untuk mengenang jasa para syuhada kepolisian serta memperkuat komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Memasuki usia ke-79 tahun pada 2025 ini, harapan terhadap Polri pun kembali mengemuka. Salah satu tokoh muda Kabupaten Tangerang, Erwin Efendi—yang juga dikenal sebagai jurnalis dan pendiri media lokal—menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap kiprah kepolisian di era modern.
> “Polri di usia ke-79 harus semakin kuat dalam membangun kepercayaan publik. Jadilah garda terdepan dalam pelayanan yang adil, transparan, dan penuh empati,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Erwin.
Menurutnya, di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks, Polri dituntut untuk terus bertransformasi—tidak hanya dalam aspek teknologi dan strategi, tetapi juga dalam sikap dan pendekatan kepada masyarakat. Ia menyebut konsep “Beyond Trust Presisi” sebagai arah ideal reformasi Polri yang menjawab kebutuhan publik saat ini.
> “Semangat Presisi harus dibawa lebih jauh. Bukan hanya sekadar prediktif, responsif, dan transparan, tapi juga menyentuh sisi keadilan yang sesungguhnya. Polisi bukan sekadar penegak hukum, tapi juga pengayom yang hadir dengan hati nurani,” ucapnya.
Erwin juga menaruh harapan besar terhadap peran Polri dalam mendukung percepatan pembangunan nasional, terutama dalam mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
> “Di tengah gempuran tantangan global dan dinamika sosial, Polri adalah salah satu penyangga stabilitas. Maka dari itu, penting untuk terus berinovasi dan menjaga kepercayaan publik sebagai modal utama dalam mengawal kemajuan negeri,” ujarnya.
Putra berdarah Sumatra yang kini telah menginjak usia 42 tahun ini menutup pesannya dengan ajakan agar institusi Polri senantiasa menguatkan prinsip integritas dan keadilan dalam setiap langkahnya.
> “Selamat HUT Bhayangkara ke-79. Jadilah pelindung dan pengayom yang tak hanya kuat di lapangan, tapi juga teduh dalam menyapa hati rakyat,” tutup Erwin dengan penuh harap.

