Bekasi – Swarajabar.id
Kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang digelar oleh BKKBN bersama mitra kerja Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Hj. Putih Sari, M.M., berlangsung penuh antusias di Kabupaten Bekasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., Deputi Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan moral yang kuat kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas generasi masa depan melalui program-program pembangunan keluarga.
Turut hadir pula Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bekasi, Ahmad Syaepudin, Ketua KESIRA (Kesehatan Indonesia Raya) Kabupaten Bekasi Hj Yanah,Kapolsek Setu, Babinsa, serta sejumlah tokoh masyarakat dan kader KB. Dalam kesempatan itu, Ahmad Syaepudin menyampaikan bahwa banyak tokoh yang sudah sering datang ke Senayan, mengakui sosok drg. Hj. Putih Sari sebagai legislator yang paling lantang menyuarakan kepentingan rakyat, terutama dalam tiga bidang krusial: kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan.
“Program-program strategis ini harus terus digalakkan, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah. Kita tidak hanya fokus pada kuantitas, tapi juga kualitas,” ujar Sukaryo Teguh Santoso.
Ia menambahkan bahwa Program Bangga Kencana hadir untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera — dimulai dari keluarga kecil yang cukup perhatian, cukup kasih sayang, dan cukup nutrisi. Kementerian BKKBN pun mengapresiasi masyarakat Bekasi yang selama ini aktif mengikuti Program Keluarga Berencana (KB).
Namun, ada tantangan besar yang harus diwaspadai. “Saat ini, satu dari lima anak Indonesia mengalami stunting atau gagal tumbuh. Ini bukan sekadar tubuh pendek — tapi otaknya yang tidak berkembang optimal. Dan ini tidak bisa dilihat langsung. Maka kita harus serius mengantisipasi bersama,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencegah stunting dengan langkah nyata, di antaranya:
1. Memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup,
2. Memberikan ASI eksklusif,
3. Aktif dalam Program Keluarga Berencana (KB),
4. Dan tidak meninggalkan peran penting Posyandu di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama antara BKKBN, wakil rakyat, dan masyarakat untuk membangun generasi masa depan Indonesia yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

