Bekasi — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari, mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk memperkuat pola hidup sehat dan memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Advokasi & Sosialisasi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan yang digelar di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Sabtu (29/11/2025).
Acara ini berlangsung melalui kerja sama antara Komisi IX DPR RI, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, serta Pemerintah Desa Lubang Buaya.

Putih Sari: “Kesehatan dimulai dari diri kita sendiri”
Dalam paparannya, Putih Sari menegaskan bahwa pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mulai dari pembangunan rumah sakit regional, penyediaan sarana-prasarana, hingga perluasan jaminan kesehatan nasional. Namun ia mengingatkan bahwa upaya negara tidak akan cukup tanpa kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dirinya sendiri.
“Berapa pun anggaran negara yang digelontorkan untuk fasilitas kesehatan, tidak akan pernah cukup kalau masyarakatnya sakit semua,” ujar Putih Sari.
“Karena itu, kesehatan harus dimulai dari diri kita sendiri. Pemeriksaan rutin, pola makan yang baik, tidak merokok, olahraga, serta mengelola stres adalah kunci utamanya.”
Putih Sari juga menekankan pentingnya program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), termasuk panduan CERDIK:
Cek kesehatan rutin
Enyahkan asap rokok
Rajin aktivitas fisik
Diet seimbang
Istirahat cukup
Kelola stres
Ia mengingatkan bahwa penyakit berat kini makin banyak muncul tanpa gejala.
“Banyak penyakit hari ini muncul tanpa gejala: jantung, stroke, gagal ginjal. Bahkan anak-anak pun banyak yang mengalami gangguan kesehatan mental karena pola hidup yang tidak seimbang,” jelasnya.
Putih Sari juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan puskesmas dan program pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya pencegahan.
—
Dukungan Pemerintah: Rumah Sakit, Tenaga Spesialis, dan Digitalisasi Layanan
Putih Sari mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempercepat penambahan dokter spesialis melalui program beasiswa yang diprakarsai Presiden Prabowo Subianto.
“Kekurangan dokter spesialis menjadi salah satu penyebab antrian panjang pelayanan kesehatan. Karena itu pemerintah membuka beasiswa besar-besaran untuk mempercepat ketersediaan dokter spesialis di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus mengembangkan sistem rujukan terintegrasi antara fasilitas primer hingga rumah sakit rujukan.
—
Apresiasi Pemerintah Desa Lubang Buaya
Kepala Desa Lubang Buaya, Maulana Yusuf, melalui perwakilannya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran Wakil Ketua Komisi IX DPR RI bersama jajaran Kemenkes merupakan kehormatan bagi warga dan menambah wawasan masyarakat tentang cara menjaga kesehatan.
—
Paparan Dinas Kesehatan: Bekasi Miliki 55 Puskesmas dan 610 Klinik
Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Orriza Rosativa, menjelaskan penguatan layanan rujukan dan fasilitas primer. Ia menyebut bahwa Kabupaten Bekasi saat ini memiliki:
55 puskesmas,
610 klinik swasta,
55 rumah sakit (53 RS swasta dan 2 RSUD).
Dinas Kesehatan mendorong masyarakat memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis minimal setahun sekali.

Anggota Komisi IV DPRD Bekasi Apresiasi Penguatan Rujukan
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi Gerindra, Ahmad Saepudin, mengapresiasi kegiatan ini dan menegaskan bahwa layanan rujukan merupakan proses penting untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan cepat, tepat, dan sesuai standar.
Menurutnya, edukasi seperti ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai alur pelayanan kesehatan.
Kegiatan Advokasi & Sosialisasi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan ini berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Putih Sari berharap edukasi kesehatan dapat terus diperluas agar masyarakat dapat menjaga kesehatan secara preventif, bukan hanya menunggu saat sakit.


+ There are no comments
Add yours