Bekasi,Swarajabar.id — Dalam upaya memperkuat ketahanan gizi nasional dan mencetak generasi emas Indonesia tahun 2045, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Putih Sari, bersama Badan Gizi Nasional (BGN), menggelar Sosialisasi Program “MBG” (Makan Bergizi Gratis) di Gedung Red Soccer Tridas, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri Helmi, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi Gerindra; Suwardi, Kepala Desa Tridaya Sakti; Serda Asep Saripudin, Babinsa TNI AD; dan Aipda Moch Noor, Bhabinkamtibmas Polsek Tambun Selatan. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program strategis nasional yang diinisiasi oleh pemerintah pusat di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kades Tridaya Sakti: MBG adalah Program Mulia untuk Anak Bangsa
Kepala Desa Tridaya Sakti, Suwardi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah dan para wakil rakyat yang telah membawa program MBG ke wilayahnya
“Jangan berpikir negatif terhadap program pemerintah. Program MBG ini tujuannya sangat mulia: mencerdaskan anak bangsa dengan memastikan kecukupan gizi anak-anak sekolah. Di Tridaya Sakti saja ada empat SPPG yang aktif, dan manfaatnya sangat terasa bagi warga kami,” ujar Suwardi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Helmi, serta Putih Sari, yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat desa.

Helmi: MBG Bagian dari ASACITA Prabowo Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam sambutannya, Helmi menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan implementasi dari ASACITA Prabowo Subianto, delapan cita-cita besar menuju Indonesia Maju dan Berdaulat di tahun 2045.
“Program MBG ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun bangsa. Melalui asupan gizi yang cukup bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas,” ujar Helmi.

Selain itu, MBG juga memberikan dampak ekonomi luar biasa. Program ini menciptakan lapangan kerja baru, menghidupkan ekonomi desa, dan meningkatkan daya beli masyarakat melalui jaringan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
“Untuk Kabupaten Bekasi, sudah ada 67 SPPG yang beroperasi dengan total 234.500 penerima manfaat. Secara nasional, terdapat 11.592 SPPG yang telah aktif, menjangkau lebih dari 40,57 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia,” ungkap Helmi.
Data dari BGN mencatat, di Provinsi Jawa Barat saja, terdapat 2.353 SPPG dengan total 8,23 juta penerima manfaat — menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan cakupan MBG terbesar di Indonesia.
Dampak Ekonomi yang Signifikan: Puluhan Ribu Lapangan Kerja dan Puluhan Miliar Rupiah Perputaran Uang Tiap Bulan

Program MBG tidak hanya menyehatkan anak-anak, tapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Berdasarkan data BGN, dari hasil operasi SPPG di berbagai daerah:
54 unit produksi pangan bergizi mampu menyerap sekitar 2.680 tenaga kerja lokal,
Sedangkan potensi ekonomi dari pengadaan dan distribusi bahan pangan mencapai Rp 52,8 miliar per bulan.
Dana tersebut terserap melalui pembelian bahan baku dari petani, nelayan, dan peternak lokal, sehingga secara langsung menghidupkan kembali ekonomi di desa-desa dan menekan angka pengangguran.
“Inilah bukti bahwa MBG bukan hanya program sosial, tapi juga penggerak ekonomi kerakyatan. Rakyat bekerja, anak-anak sehat, bangsa pun kuat,” tegas Helmi.
BGN: MBG Efektif Tekan Stunting dan Dongkrak Perekonomian
Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Teguh Supangardi, menegaskan bahwa program MBG telah memberikan hasil nyata dalam menekan angka stunting di berbagai daerah.
“Dari hasil pemantauan kami di 14 kabupaten dengan tingkat stunting tinggi, hampir semuanya menunjukkan penurunan signifikan setelah pelaksanaan MBG. Program ini terbukti menjadi solusi komprehensif — meningkatkan gizi, memberdayakan ekonomi, dan memperkuat ketahanan pangan,” kata Teguh.
Ia menambahkan, MBG telah menjadi gerakan nasional yang menggandeng semua elemen bangsa — mulai dari pemerintah, legislatif, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Kami menyebutnya ‘MBG Effect’: efek bergizi yang berantai — anak-anak sehat, ibu bahagia, ekonomi tumbuh, dan bangsa berdaya,” jelasnya.
Peserta Rasakan Langsung Dampaknya
Salah satu peserta sosialisasi, Vika, menyampaikan kesan positifnya terhadap program MBG.
“Kami bisa langsung merasakan manfaatnya. Anak-anak jadi semangat sekolah, para pedagang lokal ikut sejahtera karena bahan makanan dibeli dari warga sendiri. Ini program nyata yang membawa perubahan,” ujarnya.
Indonesia Ikuti Jejak 70 Negara Maju
Dalam penutupan kegiatan, Teguh mengungkapkan bahwa Indonesia kini sejajar dengan 70 negara maju di dunia yang telah lebih dulu menjalankan program serupa, termasuk Jepang dan Skotlandia.
“Kita belajar dari negara-negara yang sukses menyiapkan generasi tangguh melalui program makan bergizi. MBG bukan sekadar kebijakan, tapi strategi besar untuk membangun peradaban bangsa,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan pengawasan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045 — generasi sehat, ekonomi kuat, dan bangsa yang berdaulat.


+ There are no comments
Add yours