Bekasi — Dalam momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang diperingati setiap tanggal 12 November, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gus Hasan, mengajak seluruh masyarakat untuk menempatkan kesehatan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral, sejalan dengan prinsip Islam “دَرْءُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحِ” — menolak kerusakan harus lebih diutamakan daripada mengambil kemaslahatan.

“Kesehatan adalah bentuk nyata dari upaya menolak kerusakan, baik terhadap tubuh, pikiran, maupun lingkungan. Kalau kita biarkan tubuh rusak karena gaya hidup buruk, itu sama saja kita mengabaikan amanah Allah,” ujar Gus Hasan dalam peringatan HKN di Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, semangat HKN tahun ini yang mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” sejalan dengan nilai Islam yang menekankan pentingnya pencegahan (dar’ul mafasid) sebagai langkah awal menuju kemaslahatan umat (jalbul mashalih).
Mencegah Kerusakan, Membangun Kemaslahatan

Gus Hasan menjelaskan, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan berobat ketika sakit, tetapi lebih penting lagi mencegah datangnya penyakit melalui pola hidup bersih, makan bergizi, dan menjaga lingkungan agar tetap sehat.
“Islam mengajarkan agar kita tidak menunggu rusak dulu baru memperbaiki. Dalam urusan kesehatan pun begitu, lebih utama mencegah daripada mengobati. Itu bagian dari tanggung jawab moral sekaligus ibadah,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa generasi yang sehat secara jasmani dan rohani merupakan pondasi utama masa depan bangsa. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, ibu, dan lansia, harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
PKB Konsisten Kawal Kebijakan Kesehatan yang Pro Rakyat
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi yang membidangi urusan kesehatan dan kesejahteraan sosial, Gus Hasan menegaskan komitmen Fraksi PKB untuk terus mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi memperkuat layanan kesehatan rakyat, baik dari sisi fasilitas, tenaga medis, maupun pemerataan akses layanan.
“Kesehatan adalah hak dasar rakyat. Pemerintah wajib hadir memastikan seluruh masyarakat dapat berobat tanpa terhalang biaya, jarak, atau ketimpangan fasilitas,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pencegahan penyakit dan edukasi kesehatan masyarakat, bukan hanya pembangunan fisik puskesmas dan rumah sakit. Menurutnya, program promotif dan preventif harus mendapat porsi lebih besar dalam kebijakan anggaran daerah.
“Jangan sampai kita lebih sibuk membangun gedung, tapi lupa membangun kesadaran. Pencegahan lebih utama daripada pengobatan, karena mencegah kerusakan adalah bagian dari kemaslahatan itu sendiri,” ujar Gus Hasan menegaskan.
Generasi Sehat, Bekasi Kuat, Indonesia Hebat
Dalam semangat Hari Kesehatan Nasional ke-61, Gus Hasan mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menjadikan gaya hidup sehat sebagai budaya baru, mulai dari pola makan bergizi, olahraga rutin, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menghindari kebiasaan buruk seperti merokok atau konsumsi obat terlarang.
“Kalau keluarga sehat, masyarakat sehat, maka daerah akan kuat. Dari Bekasi yang sehat, kita bisa membangun Indonesia yang hebat. Semua itu berawal dari niat menjaga diri agar terhindar dari kerusakan,” ucapnya.
Ia menambahkan, ajaran Islam menghendaki keseimbangan antara jasmani dan rohani. Karena itu, generasi sehat bukan hanya kuat fisiknya, tetapi juga bersih jiwanya, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial.
“Sehat bukan hanya bebas dari penyakit, tapi juga memiliki semangat hidup positif, hati yang tenang, dan kepedulian terhadap sesama. Itulah makna sejati kemaslahatan yang ingin kita wujudkan,” pungkasnya.
Gus Hasan adalah Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dikenal sebagai sosok religius, sederhana, dan visioner, ia aktif memperjuangkan peningkatan mutu layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial masyarakat Kabupaten Bekasi.
Dalam kiprahnya, Gus Hasan selalu berpegang pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, dengan prinsip “dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih” sebagai pedoman moral dan politik pelayanan umat.


+ There are no comments
Add yours