BANDUNG — Dalam suasana penuh keakraban dan kekhidmatan, Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, bersilaturahmi ke Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Senin (13/10/2025).

Kunjungan ini disambut langsung oleh jajaran pengurus harian PWNU Jawa Barat, di antaranya Ketua PWNU KH. Juhadi Muhammad, Sekretaris H. Aceng Amrulloh, serta Khatib PWNU Jawa Barat KH. Fatahillah, S.Pd.I.
Pertemuan berlangsung hangat, penuh rasa hormat, dan sarat makna spiritual. Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga memperlihatkan kedekatan emosional dan saling penghargaan antara Ulama dan TNI — dua elemen bangsa yang sama-sama berkhidmat menjaga keutuhan NKRI.

Mayjen Kosasih: “Doa Ulama adalah Senjata Terkuat Kami”
Dalam sambutannya, Mayjen TNI Kosasih menyampaikan penghormatan mendalam kepada PWNU Jawa Barat dan para ulama.
Beliau menegaskan, TNI akan selalu membutuhkan bimbingan moral dan doa dari para ulama dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa.
“Kami para prajurit tidak hanya membutuhkan senjata, tapi juga membutuhkan doa. Karena doa ulama adalah tameng spiritual yang menguatkan langkah kami di medan pengabdian. Ulama menjaga Iman, TNI menjaga Aman — dua kekuatan ini tak boleh terpisah,” tutur Pangdam dengan penuh hormat.

Mayjen Kosasih juga secara khusus memuji sosok KH. Fatahillah, S.Pd.I yang dikenal luas sebagai ulama muda berwawasan kebangsaan.
> “Saya sangat menghormati KH. Fatahillah. Beliau bukan hanya seorang ulama, tapi juga penjaga semangat persatuan di tengah masyarakat. Pemikiran beliau sangat menyejukkan dan membangkitkan semangat kebangsaan,” ungkapnya dengan nada penuh kekaguman.
—
KH. Fatahillah, S.Pd.I: “Pangdam Kosasih Adalah Prajurit yang Berjiwa Ulama”
Menanggapi sambutan tersebut, KH. Fatahillah, S.Pd.I balik memberikan apresiasi yang hangat kepada Pangdam III/Siliwangi.
Menurutnya, sosok Mayjen Kosasih adalah gambaran ideal seorang pemimpin militer yang tegas dalam tugas, namun lembut dan berakhlak dalam tutur.
> “Bapak Pangdam bukan sekadar pemimpin pasukan, beliau pemimpin yang punya hati. Beliau datang bukan membawa komando, tetapi membawa ketulusan dan semangat silaturahmi. Inilah prajurit sejati — yang kuat di medan perang, tapi juga tunduk di hadapan Allah dan hormat kepada ulama,” ujar KH. Fatahillah.
Ulama karismatik itu juga menambahkan, kedekatan antara dirinya dan Pangdam bukan hubungan formal semata, melainkan ikatan batin antara pejuang iman dan pejuang keamanan.
> “Kami sering berdiskusi ringan tentang bangsa ini. Saya melihat sosok beliau bukan hanya Panglima, tetapi juga sahabat bagi umat dan pelindung bagi pesantren. Beliau menunjukkan bahwa prajurit sejati tidak hanya menjaga batas negeri, tapi juga menjaga hati umat,” tuturnya dengan nada penuh haru.
—
Empat Poin Kesepahaman NU dan TNI: Bersama Menjaga Negeri
Dari hasil pertemuan tersebut, lahir empat poin penting yang menjadi landasan sinergi antara PWNU Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi:
1. Silaturahmi dan doa ulama sebagai kekuatan spiritual bagi TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa.
2. Pembukaan peluang santri menjadi prajurit TNI, sebagai wujud kontribusi pesantren terhadap negara.
3. Sinergi dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang moral, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
4. Peneguhan semboyan “NU menjaga Iman, TNI menjaga Aman” sebagai simbol kesatuan moral dan pertahanan bangsa.
—
Kedekatan Ulama dan Prajurit: Potret Sinergi yang Menyejukkan
Silaturahmi antara Mayjen TNI Kosasih dan KH. Fatahillah, S.Pd.I menciptakan suasana penuh rasa hormat dan kekeluargaan.
Keduanya tampak berbincang santai selepas acara, saling menukar pandangan dan doa agar Indonesia tetap damai dan kuat.
> “Saya melihat di mata Bapak Pangdam ada ketulusan seorang pejuang yang beriman,” kata KH. Fatahillah.
“Dan saya melihat di diri KH. Fatahillah ada kekuatan seorang ulama yang berjiwa patriot,” balas Mayjen Kosasih sambil tersenyum.
Dialog saling menghormati itu menjadi potret nyata bahwa ulama dan TNI adalah dua tiang penyangga bangsa — satu menjaga nilai-nilai iman, satu menjaga keamanan dan kedaulatan negeri.
—
Sinergi Iman dan Aman: Jalan Bersama Membangun Negeri
Silaturahmi ini ditutup dengan pesan kebangsaan yang menyentuh hati.
Keduanya sepakat bahwa Indonesia akan kuat jika kekuatan moral dan pertahanan berjalan seiring.
“Ulama dan TNI bukan dua dunia yang berbeda, tapi dua cahaya yang menerangi negeri ini. NU menjaga Iman, TNI menjaga Aman, dan keduanya berkhidmat untuk Indonesia,” ujar Pangdam Kosasih dalam penutup yang disambut hangat oleh seluruh hadirin.


+ There are no comments
Add yours