Karawang — Kemacetan di kawasan Pintu Tol Karawang Barat kini kian parah dan sudah menjadi rutinitas harian bagi para pengguna jalan. Kondisi tersebut memantik perhatian Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arjuna, Zuli Zulkipli, S.H., yang menilai perlunya langkah strategis berupa pembangunan flyover di kawasan tersebut sebagai solusi jangka panjang.
Menurut Zuli, kemacetan di akses keluar-masuk Tol Karawang Barat bukan lagi terjadi hanya pada jam sibuk, melainkan hampir setiap pagi dan sore hari. Warga dan pengguna jalan kerap terjebak berjam-jam, sehingga mengganggu aktivitas ekonomi dan produktivitas masyarakat.
> “Kemacetan di Pintu Tol Karawang Barat sudah menjadi rutinitas yang melelahkan. Ini bukan lagi sekadar masalah lalu lintas, tapi sudah berdampak sosial dan ekonomi. Pemerintah harus bertindak nyata, salah satunya dengan membangun flyover,” tegas Zuli Zulkipli, Kamis (9/10/2025).
Zuli menilai, upaya sementara seperti penambahan petugas atau rekayasa arus lalu lintas hanyalah solusi tambal sulam yang tidak menyentuh akar persoalan. Ia menegaskan, langkah yang dibutuhkan adalah pembangunan infrastruktur permanen yang dapat menuntaskan kemacetan secara struktural.
> “Flyover merupakan solusi logis dan realistis. Dengan adanya jalur layang, arus kendaraan dari dan menuju tol bisa terpisah dari arus lokal, sehingga pergerakan lalu lintas menjadi lebih lancar dan efisien,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zuli mendorong pemerintah daerah, pengelola tol, dan Kementerian PUPR untuk segera melakukan kajian teknis dan studi kelayakan. Ia juga mengingatkan agar pembangunan tersebut tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan disertai analisis dampak lingkungan (AMDAL) yang matang serta melibatkan masyarakat sekitar dalam proses perencanaan.
> “Partisipasi masyarakat sangat penting agar proyek ini tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Keterlibatan publik juga menjadi bentuk transparansi pemerintah terhadap penggunaan anggaran,” tambahnya.
Menurutnya, pembangunan flyover di kawasan strategis seperti Karawang Barat bukan hanya soal mengurai kemacetan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah. Dengan infrastruktur yang memadai, kawasan industri dan permukiman di sekitar Karawang akan semakin produktif dan efisien.
Zuli berharap, pemerintah daerah bersama pemangku kebijakan pusat dapat menjadikan proyek flyover Karawang Barat sebagai prioritas pembangunan infrastruktur tahun depan, mengingat urgensi dan dampak sosial-ekonominya yang sangat signifikan bagi masyarakat.


+ There are no comments
Add yours